Home / Otoritas / Bank Indonesia / FBI Bantu Usut Skandal Korupsi Febrie Adriansyah? Ini Alasan Polri Libatkan Kedubes AS

FBI Bantu Usut Skandal Korupsi Febrie Adriansyah? Ini Alasan Polri Libatkan Kedubes AS

MarketNews.id- Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti keterlibatan Federal Bureau of Investigation (FBI) atau badan intelijen di Amerika Serikat (AS), yang turut mengawal kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, Kortastipikor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sempat menyita uang tunai, mata uang asing, hingga emas batangan dalam penyidikan 3 perkara korupsi yang menjerat Febrie.

Kini, sebagian kalangan menyoroti keberadaan FBI hingga Secret Service AS yang ikut dalam penyidikan, sebagai bukti rumitnya pengusutan kasus tersebut.

Terlihat dalam unggahan Instagram @undercover.id, tim rombongan FBI dan Secret Service AS diduga telah mendatangi Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026 siang.

Sekitar pukul 12.45 WIB, badan intelijen dan penegak hukum di AS itu telah meninggalkan lokasi penyidikan.

“FBI dan Secret Service AS mengecek uang sitaan terkait kasus korupsi Febrie Adriansyah,” tulis postingan tersebut.

Lantas, apa sebenarnya peran FBI hingga Secret Service AS dalam penyidikan skandal 3 perkara korupsi yang menjerat eks Jampidsus itu? Mari telusuri.

Mengapa FBI Sampai Ikut Turun Tangan?

Secara terpisah, Polri sempat mengungkapkan adanya sejumlah peran kedutaan besar (Kedubes) AS hingga Singapura dalam penyidikan kasus ini.

Terlebih, kini mencuat dugaan FBI dan Secret Service turut mengecek keaslian dolar AS yang disita dalam penyidikan tiga perkara korupsi Febrie Adriansyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto sempat menuturkan, pemeriksaan keaslian mata uang asing melibatkan sejumlah pihak, yakni FBI, Kedubes AS, Kedubes Singapura, dan Bank Indonesia.

“Ini ada uang US dollar, Singapore dollar, Rupiah, termasuk emas batangan,” kata Budi dalam keterangannya, pada Senin, 13 Juli 2026.

“Jadi nanti akan dilakukan uji terkait tentang Singapore dollar, US dollar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura dan Bank Indonesia,” sambungnya.

Jejak Sitaan Kasus Korupsi Febrie

Bagi yang belum tahu, penyitaan yang dilakukan Polri tersebut merupakan bagian dari penyidikan 3 perkara korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah.

Hal itu, yakni dugaan korupsi pengadaan batubara PLN yang berujung blackout, pengelolaan PT Asabri periode 2020–2025, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020–2025.

Dalam kasus tersebut, barang bukti yang diperiksa berasal dari sejumlah lokasi penggeledahan.

Pertama, dari Kafe de’Clan di Cipete, penyidik menyita dokumen, telepon genggam, uang tunai 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar AS, serta uang tunai senilai Rp259.159.000. Setelah dikonversi, nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.

Kedua, dalam penggeledahan di sebuah money changer di Cipete, polisi juga menyita 71 barang bukti.

Hal tersebut, termasuk 16 jenis mata uang asing dengan nilai sekitar Rp7,2 miliar.

Ada pun dalam penggeledahan sebuah rumah di Sentul, penyidik telah menyita 74 kilogram emas batangan, uang tunai 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, Rp100 juta.

Diketahui, nilai keseluruhan uang tunai yang dikonversi mencapai sekitar Rp476 miliar.

Hingga kini, penyidik juga tengah mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan perkara tersebut.***

Check Also

Kejatuhan Indeks Saham, Tertahan Penguatan Saham BREN 4,33 Persen

MarketNews.id-Hari ini perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung sangat dinamis. Saham Perbankan BBCA …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *