Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Untuk Stabilkan Rupiah

Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Untuk Stabilkan Rupiah

MatketNews.id-Berlanjutnya pelemahan Rupiah terhadap dolar telah membuat cadangan devisa Bank Indonesia (BI) telah berkurang sekitar USD12 Miliar guna menstabilkan Rupiah yang sudah tembus Rp18.000 per Dolar AS.

Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam keputusan di luar jadwal rapat kebijakan reguler pada Selasa.

Kenaikan tersebut membawa suku bunga acuan menjadi 5,5 persen sebagai upaya untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah, demikian laporan  Reuters,  di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs webnya, Bank Indonesia menyatakan langkah kenaikan suku bunga di luar jadwal diperlukan karena pelemahan rupiah berlangsung lebih dalam dibandingkan perkiraan sejak pertemuan kebijakan terakhir.

Tekanan terhadap mata uang Garuda meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun ini setelah kehilangan sekitar 8 persen nilainya.

Pelemahan tersebut semakin tajam sejak pecahnya perang antara Iran dan pihak lawannya di kawasan Timur Tengah, dengan nilai tukar rupiah tercatat anjlok sekitar 7 persen sejak konflik tersebut meletus.

Setelah pengumuman kenaikan suku bunga, rupiah sempat menguat tipis ke level Rp18.085 per dolar AS. Penguatan itu terjadi sehari setelah menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah di level Rp18.190 per dolar AS.
Dalam tiga pekan terakhir, laju pelemahan rupiah tercatat sebagai yang paling tajam sejak tahun 2020.

Langkah terbaru ini menyusul kebijakan BI pada bulan lalu yang telah lebih dulu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Namun, kenaikan agresif tersebut belum mampu membalikkan tekanan terhadap rupiah.

Upaya intervensi melalui penggunaan cadangan devisa juga belum memberikan hasil yang signifikan.
Sepanjang tahun ini, cadangan devisa Indonesia berkurang sekitar USD12 miliar akibat langkah bank sentral mempertahankan stabilitas nilai tukar.

BI menegaskan bahwa kenaikan suku bunga kali ini merupakan bagian dari strategi lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya volatilitas pasar global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Selain itu, kebijakan tersebut juga bersifat antisipatif guna memastikan inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran target yang telah ditetapkan.

Menurut BI, kenaikan suku bunga juga bertujuan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor global. Dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi, Indonesia diharapkan dapat menarik kembali aliran modal asing, khususnya investasi portofolio, yang dapat membantu memperkuat posisi rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Check Also

Pipa Cisem II Resmi Beroperasi Penuh, Pemerintah Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi Nasional

MarketNews.id- Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *