MarketNews.id-Sepanjang tahun 2025, bisnis semen alami tantangan dengan penurunan permintaan disaat kapasitas produksi alami pertumbuhan signifikan. Akibatnya, penjualan alami penurunan diikuti oleh berkurangnya laba yang diperoleh.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMBC), Sepanjang tahun 2025 alami persaingan yang ketat yang berdampak pada penurunan penjualan dan berkurangnya laba bersih. Meskipun demikian emiten produsen semen ini tetap komit untuk membagikan total dividen tunai buat pemegang sahamnya sebesar Rp 329,3 miliar atau 50 persen dari laba bersih perseroan.
Di tengah tekanan industri semen akibat overcapacity dan kenaikan biaya energi, SMCB tetap menjaga profitabilitas.
Pada kuartal I-2026, volume penjualan naik 9%, pendapatan mencapai Rp2,56 triliun, dan laba bersih melonjak 111% menjadi Rp101,89 miliar.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp329,3 miliar atau setara 50% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp658,7 miliar.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat (22/5).
Perseroan menyatakan pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah dinamika industri semen domestik yang masih menantang.
Direktur Utama SMCB, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, pembagian dividen menjadi wujud komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga ketahanan bisnis jangka panjang.
“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki dalam keterangan resmi, Sabtu 23 Mei 2026.
Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai Direktur hingga tahun 2031.
Rapat turut mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025, menunjuk Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026, menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Perseroan mengakui industri semen domestik sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan akibat kelebihan kapasitas, kenaikan biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang ketat.
Kondisi tersebut berdampak terhadap kinerja perusahaan, termasuk penurunan laba bersih yang dipengaruhi kontraksi volume industri sebesar 4,5% dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5%.
Meski demikian, melalui strategi transformasi yang dijalankan bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sejak awal paruh kedua 2025, SMCB tetap mampu mempertahankan profitabilitas dengan membukukan laba bersih Rp658,7 miliar.
Manajemen menilai strategi transformasi bersama SIG telah menciptakan titik balik (turnaround) di tengah tantangan industri.
Perseroan mencatat tren perbaikan kinerja sejak kuartal IV-2025 dan berlanjut pada kuartal I-2026.
Pada tiga bulan pertama 2026, volume penjualan SMCB meningkat 9%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar sebesar 5%. Pendapatan tercatat Rp2,56 triliun, dengan kontribusi solusi berkelanjutan mencapai 56% dari total pendapatan.
Sementara itu, laba bersih melonjak 111% menjadi Rp101,89 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang efisiensi operasional, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan perseroan dalam sejumlah proyek infrastruktur.
“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” jelas Rizki Kresno Edhie Hambali.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal