MarketNews.id-PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), menetapkan target pertumbuhan ambisius pada 2026 seiring kinerja solid dan struktur permodalan yang semakin kuat.
Impack Pratama Industri (IMPC) menargetkan pendapatan mencapai Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 700 miliar pada tahun 2026.
Direktur Utama Impack Pratama Industri (IMPC) Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan, perseroan optimistis mampu mencapai target tersebut, berkaca dari torehan pendapatan di tahun 2025 yang mencapai Rp 4,2 triliun bertumbuh 10% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 silam, di mana perseroan mengantongi Rp 3,9 triliun. Angka tersebut juga sudah melampaui rencana lima tahun perseroan.
“Dari hasil positif ini, kami memperkirakan dapat mengantongi laba bersih hingga Rp 600 miliar,” jelasnya dalam keterangan terulis, Selasa 3 Februari 2026.
Dia menegaskan, bahwa dengan dukungan sekitar 3.000 karyawan, perseroan terus menciptakan nilai tambah di rantai produksi hingga distribusi dan memberikan dampak ekonomi bagi puluhan ribu pemangku kepentingan.
Selain itu, pada semester II-2025, IMPC menghimpun dana Rp 586,1 miliar melalui aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 638,5 juta saham baru. Dana hasil aksi tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana ekspansi pada 2026.
“Dengan neraca yang sehat dan posisi arus kas yang kuat, kami optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ujar Haryanto.
Diberitakan sebelumnya, PT Harimas Tunggal Perkasa, pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menjual sebanyak 411,5 juta saham IMPC senilai Rp 1,3 triliun.
Harga jual rata-rata sebesar Rp 3.160 per saham.
Penjualan saham IMPC terjadi pada 24 Desember 2025.
Transaksi ini sebagai realisasi investasi dan meningkatkan jumlah saham yang beredar ( free float ).
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal