MarketNews.id-Sebagai bank emas pertama di Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas, dalamnya 11 bulan terakhir berhasil menjual emas lewat aplikasi BYOND sebanyak 2,1 ton. Kinerja ini jadi langkah awal bank syariah terbesar miliki BUMN untuk menjadikan bisnis emas sebagai salah satu produk tabungan yang banyak diminati oleh nasabah.
“Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial,” ujarDirektur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna Rabu 14 Januari 2026.
Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah.
Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas.
Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.
Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22 persen Year to Date.
Adapun investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI. Melalui BYOND, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.
Tak hanya meningkatkan secara jumlah, lanjut dia, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.
“Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, Pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat,” ujarnya.
Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal