Home / Corporate Action / Menkue : Defisit APBN 2025 Naik, Tidak Capai Target. Demi Jaga Pertumbuhan

Menkue : Defisit APBN 2025 Naik, Tidak Capai Target. Demi Jaga Pertumbuhan

MarketNews.id-Demi menjaga pertumbuhan ekonomi di 2025 lalu, Defisit APBN akhirnya naik jadi Rp695,1 Triliun atau 2,92 persen dari PDB. Kondisi ini masih bisa dimaklumi lantaran masih dibawah batas 3 persen sebagai kebijakan countercyclical.

Seperti diketahui, pendapatan negara hanya mencapai 91,7 persen dari target. Penyebabnya, penerimaan pajak lemah hanya mencapai 87,6 persen dari target.

Sementara PNBP dan hibah justru melampaui target. Dan belanja negara terealisasi sebesar 95,3 persen dengan klaim adaptif.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) di tahun 2025 yang gagal mencapai target.

Hal ini tercermin dari realisasi pendapatan negara Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN sebesar Rp3.005,1 triliun.

Purbaya menjelaskan tidak optimalnya capaian pendapatan negara ini dipicu oleh kinerja sektor perpajakan yang belum sesuai harapan.

Tercatat penerimaan perpajakan Rp2.217,9 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,490,9 triliun atau hanya 89 persen. Pendapatan dari perpajakan ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target. Sementara kepabeanan dan cukai terealisasi Rp300,3 triliun dari target Rp301,6 triliun atau 99,6 persen.

Untuk kinerja Pendapatan Negara Bukan Pajak ( PNBP ) dan hibah yang diterima negara melampaui target. PNBP terealisasi Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target APBN dan hibah sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen.

Sementara itu, belanja negara telah mencapai Rp3.451,4 triliun, atau 95,3 persen dari target APBN sebesar Rp3.621,3 triliun.

Belanja negara diklaim adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN pada 2025 tercatat Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB. Purbaya mengakui bahwa defisit APBN tahun jauh lebih tinggi dari asumsi APBN 2025 sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen. Meskipun defisit naik namun dipastikan tidak melebihi level 3 persen.

“Defisitnya memang naik dari rencana awal dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansif di tengah tekanan global yang tinggi,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1).

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan defisit tersebut sebagai bentuk kebijakan Countercyclical yang selama ini dilakukan Kemenkeu agar ekonomi tetap bertumbuh dengan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian.

“Kalau mau dibikin nol defisit juga bisa, saya potong anggarannya tetapi ekonominya akan morat-marit,” pungkas Purbaya.

M Rizki A

Check Also

BI : Aktivitas Manufaktur Masuk Fase Ekspansif Dengan PMI Di Level 52,03 Persen Di Triwulan I 2026.

MarketNews.id- Aktivitas sektor manufaktur dalam tiga bulan pertama tahun ini masuk dalam fase ekspansif. Industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *