Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indek Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Capai 51,9, Industri Manufaktur Masih Ekspansif

Indek Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Capai 51,9, Industri Manufaktur Masih Ekspansif

MarketNews.id-Meskipun alami penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) hingga 1,55 poin ke level 51,90, tapi  posisi ini masih berada di jalur ekspansi.

Pelemahan ini merupakan pola musiman yang lazim terjadi di akhir tahun. Meskipun alami penurunan, 17 subsektor industri pengolahan tetap ekspansi dan hanya enam subsektor berkontraksi. Dan Pemerintah berkomitmen untuk menjaga ekspansi Industri agar terus meningkat.

Kinerja industri manufaktur nasional masih berada pada jalur ekspansi di penghujung tahun 2025, meskipun mengalami pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 tercatat sebesar 51,90, turun 1,55 poin dari November 2025 yang mencapai 53,45, serta lebih rendah 1,03 poin dibandingkan Desember 2024.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menegaskan bahwa pelemahan ini merupakan pola musiman yang lazim terjadi setiap akhir tahun. Meskipun mengalami penurunan secara bulanan, IKI Desember 2025 tetap berada pada zona ekspansi.

“Ini menunjukkan bahwa fondasi industri manufaktur nasional masih cukup kuat di tengah dinamika global dan domestik,” ujarnya dalam rilis resminya, Selasa 30 Desember 2025.

Dari 23 subsektor industri pengolahan, 17 subsektor masih berada pada fase ekspansi dan menyumbang sekitar 79,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Namun, enam subsektor mengalami kontraksi, termasuk industri kayu, karet dan plastik, logam dasar, barang logam, komputer dan elektronik, serta alat angkutan lainnya.
Penurunan terbesar terjadi pada subsektor alat angkutan lain, seiring melemahnya penjualan sepeda motor domestik dan ekspor pada November 2025.

Febri menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat langkah pengendalian impor dan menjaga keberlanjutan ekspansi industri.

“Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan ekspansi industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, perlindungan industri dari praktik perdagangan tidak sehat, serta memastikan ketersediaan energi dan bahan baku yang kompetitif,” tegasnya.

Optimisme pelaku industri enam bulan ke depan meningkat menjadi 71,8 persen, sementara pesimisme menurun menjadi 4,7 persen. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa tekanan akhir tahun bersifat sementara, dengan prospek industri yang lebih baik memasuki tahun 2026.

M Rizki A

Check Also

OJK Akan Atur Transparansi UBO Emiten Untuk Pertegas Integritas Pasar Modal

MarketNews.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedang menyiapkan aturan tentang transparansi atas keberadaan pemilik manfaat akhir atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *