Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih ISAT Turun 7,49 Persen Jadi Rp3,58 Triliun Di Kuartal III 2025

Laba Bersih ISAT Turun 7,49 Persen Jadi Rp3,58 Triliun Di Kuartal III 2025

MarketNews.id-Dalam sembilan bulan pertama 2025, pendapatan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) alami penurunan signifikan hingga 7,49 persen. Laba sebelum pajak juga ikut turun 10,4 persen jadi Rp 4,74 triliun, sedangkan beban usaha relatif stabil di kisaran Rp33, 31 triliun.

Menariknya, ekuitas perseroan Naik 2,5 persen jadi Rp37, 57 triliun. Posisi ini mencerminkan posisi keuangan ISAT tetap solid meski profitabilitas melemah.

Kinerja keuangan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), menunjukkan penurunan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2025, di tengah pendapatan yang relatif stagnan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan melalui laman resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 29 Oktober 2025, ISAT mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,58 triliun hingga 30 September 2025.
Angka ini merosot 7,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp3,87 triliun.

Secara total, laba periode berjalan ISAT tercatat Rp3,84 triliun, lebih rendah dari Rp4,15 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.

Dari sisi pendapatan, emiten telekomunikasi ini membukukan Rp41,16 triliun hingga akhir September, melemah 1,55% dibandingkan Rp41,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah beban usaha Indosat relatif stabil, turun tipis dari Rp33,34 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp33,31 triliun di periode 2025.

Adapun laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp4,74 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp5,29 triliun pada September tahun lalu.

Penurunan kinerja tersebut turut menekan laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp111,23 per saham, dari Rp120,25 pada kuartal III-2024.

Dari sisi neraca, total aset ISAT per 30 September 2025 tercatat Rp113,72 triliun, menurun dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp114,38 triliun.

Sementara itu, total liabilitas juga menyusut dari Rp77,73 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp76,15 triliun per September 2025.

Menariknya, ekuitas perusahaan justru meningkat menjadi Rp37,57 triliun, dibandingkan Rp36,65 triliun pada akhir tahun lalu.

Check Also

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas Secara Berkelanjutan

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), mengapresiasi kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *