MarketNews.id- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), turun 100,5 poin atau -1,26 persen ke level 7.766,85 pada penutupan bursa sore ini, Senin 8 September 2025.
Berdasarkan data idxmobile, investor melakukan transaksi 2,21 juta kali transaksi senilai Rp20,16 triliun atas 35,47 miliar saham. BBCA mencetak nilai transaksi Rp2,48 triliun di pasar reguler menjadi saham paling banyak ditransaksikan secara menilai.
Sebenarnya, IHSG sejak awal sesi I sampai degan 15.30 WIB berada di zona merah. Tapi saat pengumuman pergantian sebagian anggota Kabinet Merah Putih. Salah satunya, Sri Mulyani Indrawati diganti Purbaya Yudhi Sadewo menjadi Menteri Keuangan.
Pendiri Stocknow, Hendra Wardana mengatakan pelaku pasar langsung menanggapi negatif saat ada kabar Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
“ Saham saham bank langsung Haki ( hajar kiri), BBCA turun 3,4 persen, BMRI turun 4,06 persen, BBNI turun 4,58 persen, dan BBRI amblas -2,75 persen,” celoteh Hendra di media sosial investor, Senin 8 September 2025.
Sebanyak 463 saham berguguran di zona merah, 241 saham tetap pada harga penutupan kemarin, dan 252 saham bergerak naik.
Saham dengan kapitalisasi pasar besar penekan IHSG antara lain BREN menyusut 50 poin atau -0,6 persen ke level 8.575; BBCA amblas 300 poin atau -3,8 persen 7.700; DCII turun 5000 poin atau -1.5 persen ke level 320.025.
Sedangkan saham paling tertekan secara persentase atau top losser antara lain TMPO anjlok 34 poin atau -14,9 persen ke level 194; WOWS amblas 18 poin atau -14,6 persen ke level 105; COCO turun 90 poin atau -14,6 persen ke level 525.
Sebaliknya, saham berkapitalisasi pasar jumbo penahan laju kerontokan IHSG antara lain DSSA tumbuh 4.650 poin atau 4,4 persen ke level 110.850; AMMN tumbuh 25 poin atau 0,3 persen ke level 8100.
Adapun saham paling tinggi kenaikanya secara persentase top gainers antara lain LION melonjak 88 poin atau 25 persen ke level 440; TALF melejit 86 poin atau 25 persen ke level 430; FITT melesat 92 poin atau 25 persen ke level 460.
Infobank15 amblas 40,3 poin atau -3,87 persen ke level 1.001,84, menjadi indeks tematik paling tertekan secara persentase.
IDXCyclical anjlok 20,68 poin atau -2,48 persen ke level 814,1, menjadi indeks sektoral paling tertekan secara persentase.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal