Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Keluarkan 10 Emiten Dari Papan Perdagangan Saham

BEI Keluarkan 10 Emiten Dari Papan Perdagangan Saham

MarketNews,id- Bursa Efek Indonesia (BEI), memutuskan menghapus 10 efek dari papan perdagangan sejak 21 Juli 2025. 10 saham itu terdiri dari 8 saham biasa dan 2 saham preferen.  

Kebijakan itu diambil karena 10 efek tersebut telah mengalami penghentian sementara atau suspend perdagangan saham selama lebih dari 24 bulan.

BEI juga menilai 10 efek itu tidak memenuhi persyaratan pencatatan di bursa. Emiten tersebut juga mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting), Bursa membatalkan pencatatan saham Perusahaan,” tulis manajemen BEI dikutip Sabtu 19 Juli 2025.

Sebenarnya BEI  telah meminta manajemen melakukan buyback SAHAM publik dengan periode 20 Januari-18 Juli 2025.

Hal itu tertuang Pengumuman Bursa nomor Peng-DEL-00009/BEI.PP2/12-2024 dan Peng-DEL00001/BEI.PP3/12-2024 tanggal 19 Desember 2024 perihal Pembatalan Pencatatan Efek (Delisting) Perusahaan Tercatat (Dalam Pailit).

Tapi berdasarkan pantauan Redaksi sampai keputusan BEI tentang nasib sahamnya, tak satupun emiten mengumumkan rencana buyback.

Adapun 10 saham yang dimaksud sebagai berikut :

Mas Murni Indonesia (MAMI) dan MAMIP. Saat ini 27 persen porsi saham dipegang oleg Brentfield Invesment Limited, Sentra Kencana 6,4 persen, pemodal asing 4,7 persen dan investor publik 61,2 persen.

Duduk sebagai komisaris Utama Surya Atmadinata, Direktur utama Djaja Santoso
Forza Land Indonesia (FORZ).

Dalam laporan kepemilikan saham tercatat nama Freddy Setiawan memegang 17,24 persen; Forza Indonesia kempit 12,3 persen, Reksa Dana Narada 8,2 persen; BP25 SG/BNP PARIBAS 6,7 persen; BOS LTD S/A FREDDY 0,25 persen; dan investor publik 55,2 persen. 

Perusahaan ini menuliskan  Freddy Setiawan  sebagai Pengendali dan Penerima Manfaat Akhir Kepemilikan Saham per 28 Februari 2021.

Hanson International (MYRX) dan MYRXP. yang saat ini dipegang atau disita oleh Kejaksaan Agung sebesar 23,26 persen porsi kepemilikan saham. Asabri masih menguasai 11,3 persen dan 65,4 persen dikuasai investor Dalam jajaran manajemen masih tercantum Benny Tjokrosaputro terdakwa Korupsi Asuransi Jiwasraya selaku Komisaris Utama.

Grand Kartech (KRAH), berdasarkan data komposisi saham terakhir Sutardja Dinamika menguasai 71,8 persen porsi saham. Investor publik 10,8 persen.

Cottonindo Ariesta (KPAS). Menilik komposisi pemegang sahamnya, Marting Djapar memegang 27,99 persen porsi saham. Dia juga tercatat sebagai direktur utama. Investor publik 34,5 persen.

Steadfast Marine (KPAL) milik Eddy Kurniawan Logam yang memegang 19,91 persen. Lalu Rudy Kurniawan Logam mengempit 13,38 persen saham persen. Keduanya tercatat sebagai pengendali dan penerima manfaat akhir.

Prima Alloy Steel Universal (PRAS) milik Enmaru International dengan porsi saham 54,07 persen dan sisanya dikuasai oleh masyarakat. Duduk sebagai komisaris utama Paulus Bondan S. Herman. Sedangkan direktur utama tercatat nama Djoko Sutrisno.

Nipress (NIPS) dengan pengendali Trinitan International dan Ferry Joedianto Robertus Tandiono. Keduanya masing masing memegang 23,8 persen dan 5,3 persen. Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) milik Garibaldi Thohir berinvestasi pada saham ini dengan porsi 12 persen.

Abdul Segara
 

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *