MarketNews.id-Bumi Serpong Damai (BSDE), mengalami penyusutan pendapatan sedalam 28,4 persen secara tahunan menjadi Rp2,7 triliun pada kuartal I 2025.
Pasalnya, penjualan tanah dan bangunan amblas 35,2 persen secara tahunan menjadi Rp2,073 triliun. Senasib, pendapatan sewa menyusut 0,85 persen secara tahunan menjadi Rp232,73 miliar.
Tapi, penjualan tanah dan bangunan bangunan bertingkat naik 43,3 persen secara tahunan menjadi Rp225,3 miliar. Senada, pendapatan jasa pengelola gedung tumbuh 2,3 persen secara tahunan menjadi Rp94,253 miliar.
Walau beban pokok penjualan turun sedalam 10,5 persen secara tahunan menjadi Rp1,004 triliun. Tapi laba kotor tetap melorot sedalam 36 persen secara tahunan menjadi Rp1,696 triliun.
Terlebih jumlah beban usaha naik 13,8 persen secara tahunan menjadi Rp1,101 triliun. Dampaknya, laba usaha anjlok sedalam 64,6 persen sisa Rp595,46 miliar.
Apalagi beban lain lain bengkak 44,4 persen secara tahunan menjadi Rp273,58 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak menukik sedalam 77,4 persen secara tahunan sisa Rp347,4 miliar.
Direktur Utama BSDE, Franciscus Xaverius R D melaporkan laba bersih Rp320,6 miliar sepanjang kuartal I 2025. Nilai itu anjlok sedalam 77,7 persen dibanding kuartal I 2024 yang mencapai Rp1,436 triliun.
Demikian juga dengan laba per saham turut merosot ke level Rp15,33 per lembar pada akhir Maret 2025. Sedangkan akhir Maret 2024 berada di level Rp68,71 per helai.
Namun laba tersebut dapat menambah saldo laba belum ditentukan penggunaanya 1,1 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp31,431 triliun pada akhir Maret 2025.
Pada gilirannya, total ekuitas turut meningkat 2,3 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp48,447 triliun pada akhir Maret 2025.
Pada sisi lain, jumlah kewajiban berkurang 4,3 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp27,469 triliun pada akhir Maret 2025.
Perlu diperhatikan, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp354,5 miliar. Pemicunya, kas bersih dari hasil operasi hanya Rp352,94 miliar. Tapi pada saat sama, BSDE harus membayar pembelian tanah Rp593,68 miliar. Ditambah pembayaran pajak final Rp101,9 miliar.
Adapun rasio keuangan penting seperti rasio lancar 240,48 persen; ROA 0,42 persen; ROE 0,66 persen, dan ebitda terhadap pendapatan 32,18 persen.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2025 emiten properti Grup Sinarmas dengan penelaahan terbatas dikutip Sabtu 24 Mei 2025.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal