Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih Jaya Ancol Anjlok 41 Persen Jadi Rp100, 59 Miliar Di September 2024.

Laba Bersih Jaya Ancol Anjlok 41 Persen Jadi Rp100, 59 Miliar Di September 2024.

MarketNews.id-Penurunan pendapatan usaha jadi penyebab utama ambrolnya laba bersih emiten PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) di September 2024.

Menurunnya minat masyarakat bertamasya ke Ancol, terkait dengannya melemahnya daya beli masyarakat yang terukur dari terjadi deflasi dalam lima bulan terakhir. Manajemen PJAA bertanggung jawab atas menurunya kinerja perseroan di kuartal ketiga tahun ini.

Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat laba bersih sebesar Rp100,59 miliar hingga periode September 2024, atau mengalami penurunan 41 persen yoy dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp170,80 miliar.

Dikutip dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di laman BEI, penurunan laba dipicu oleh penyusutan pendapatan usaha dari Rp902,56 miliar menjadi Rp881,45 miliar atau turun 2,34 persen yoy.

Setelah dikurangi berbagai beban usaha, laba bruto emiten pariwisata ini tersisa Rp438,34 miliar dari semula Rp491,94 miliar. Capaian ini susut 10,89 persen yoy.

Selanjutnya setelah dikurangi dengan beban umum dan administrasi lainnya laba usaha menjadi Rp238,39 miliar atau turun dari sebelumnya Rp337,83 miliar.

Laba sebelum pajak sebesar Rp143,41 miliar dari semula Rp251,56 miliar. Sedangkan laba per saham dasar menjadi Rp63 dari semula Rp107.

Dari sisi aset perusahaan sebesar Rp3,62 triliun atau susut dari tahun 2023 sebesar Rp3,74 triliun. Jumlah liabilitas Rp1,91 triliun dari semula Rp2,07 triliun.
Sedangkan ekuitas Rp1,72 triliun dari sebelumnya Rp1,67 triliun.

“Kami atas nama manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim,” kata Winarto, Direktur Utama PJAA dalam keterangannya, Jumat 11 Oktober 2024.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *