Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sepekan Perdagangan, Rata-rata Transaksi Harian Naik 19,38 Persen, Dan Indeks Anjlok 2,67 Persen

Sepekan Perdagangan, Rata-rata Transaksi Harian Naik 19,38 Persen, Dan Indeks Anjlok 2,67 Persen

MarketNews.id-Melemahnya perdagangan saham sepanjang pekan lalu, utamanya dipengaruhi turunnya saham teknologi dan siklus konsumen masing-masing turun 6,09 persen dan 3,19 persen. Sementara sektor yang berkinerja baik adalah sektor bahan dasar yang naik hingga 1,53 persen. Sedangkan faktor luar negeri lebih banyak berkaitan konflik Timur Tengah.

Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 30 September-4 Oktober 2024, rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) mencapai Rp19,53 triliun atau melambung 19,38 persen dibandingkan sepekan sebelumnya Rp16,36 triliun per hari.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI yang dikutip Jumat 4 Oktober 2024, kinerja positif salama sepekan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang mencapai 25,24 miliar saham atau lebih tinggi 5,43 persen dibandingkan sepekan sebelumnya, yakni 23,94 miliar saham per hari.

Namun demikian, kinerja rata-rata volume transaksi harian selama sepekan terakhir tercatat mengalami penurunan 4,51 persen menjadi 1,27 juta kali dari 1,33 kali transaksi per hari pada pekan sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di level 7.496 atau anjlok 2,6 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di 7.696.

Dengan posisi IHSG yang berakhir di level 7.496, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar BEI terpantau melorot 2,67 persen menjadi Rp12.531 triliun dari Rp12.875 triliun pada penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (4/10), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (all market) sebesar Rp521 miliar. Untuk sepanjang tahun ini yang berakhir 4 Oktober 2024, investor asing masih mencatatkan net foreign buy Rp47,87 triliun.

Pekan depan, perdagangan saham diperkirakan akan semakin ketat. Data makro yang dirilis seperti deflasi yang semakin panjang membuat khawatir banyak pihak  ikut menekan saya beli terhadap saham.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *