Home / Otoritas / Bank Indonesia / Inflasi Maret Capai 0,41 Persen. Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

Inflasi Maret Capai 0,41 Persen. Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

MarketNews.id-Sepanjang Maret 2026, laju inflasi mencapai 0,41 persen. Posisi inflasi ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Untuk bulan Maret 2026, inflasi didorong oleh kenaikan harga beras, ayam, cabai dan komponen volatile food. Seluruh provinsi alami inflasi dimana Papua Pegunungan catat yang tertinggi dan di Maluku justru terjadi deflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan tingkat inflasi Indonesia pada Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan (month-to-month).

Kenaikan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 110,50 pada Februari menjadi 110,95 pada Maret.
Meski mengalami kenaikan, angka inflasi tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Maret 2025, inflasi bulanan mencapai 1,65 persen. Sementara itu, secara tahun kalender (year-to-date), inflasi hingga Maret 2026 tercatat 0,94 persen.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kelompok ini mengalami inflasi 1,07 persen dengan andil 0,32 persen terhadap inflasi bulanan.

“Komoditas dominan antara lain ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, serta daging sapi,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Dari sisi komponen, inflasi Maret terutama didorong komponen harga bergejolak (volatile food) dengan andil 0,27 persen. Komponen inti menyumbang 0,08 persen, sedangkan komponen harga yang diatur pemerintah memberikan andil 0,06 persen.

Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah antara lain bensin, tarif angkutan antarkota, serta Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Secara wilayah, sebanyak 34 provinsi mengalami inflasi pada Maret. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Pegunungan sebesar 2,57 persen. Sebaliknya, deflasi terdalam terjadi di Maluku dengan penurunan 0,75 persen.

Pada kelompok transportasi, bensin dan tarif angkutan antarkota menjadi penyumbang utama inflasi dengan masing-masing andil 0,04 persen dan 0,03 persen. Namun, tarif angkutan udara justru menjadi faktor penahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi 0,03 persen.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Indonesia pada Maret mencapai 3,48 persen, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,03 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh efek basis rendah (low base effect), terutama akibat kebijakan diskon tarif listrik yang diterapkan pada awal 2025.

Untuk inflasi tahunan berdasarkan wilayah, Aceh mencatat angka tertinggi 5,31 persen, sementara Lampung menjadi yang terendah dengan inflasi 1,16 persen.

M Rizki A

Check Also

Pertamina Dan INPEX Perkuat Kerjasama Pengembangan LNG Abadi Masela

MarketNews.id-PT Pertamina (Persero) dan INPEX Corporation (INPEX) memperkuat kemitraan strategis untuk pengembangan Proyek LNG Abadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *