Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / UNTR Hentikan Proses Buyback Saham Sebelum Waktunya

UNTR Hentikan Proses Buyback Saham Sebelum Waktunya

MarketNews.id-Kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan hingga hari ini, membuat manajemen PT United Tractors Tbk (UNTR), memutuskan untuk menghentikan proses pembelian kembali saham UNTR dari  pasar.

Rencana awal, UNTR melakukan buyback yang diumumkan pada 22 Januari 2026 dan berakhir pada 15 April 2026, dengan mengalokasikan dana Rp2 triliun atau tidak melebihi 20 persen dari modal disetor serta untuk menjaga kepemilikan publik minimum 7,5 persen.

PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi menghentikan program pembelian kembali saham (buyback) yang sebelumnya dilaksanakan dalam kondisi pasar berfluktuasi signifikan per 31 Maret 2026.

Keputusan ini disampaikan perseroan melalui laporan informasi atau fakta material kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (31/3).

Dalam keterangannya, manajemen UNTR merujuk pada rencana buyback yang diumumkan 22 Januari 2026 dengan alokasi maksimal Rp2 triliun, tidak melebihi 20% dari modal disetor, serta menjaga kepemilikan publik minimum 7,5%.

Hingga akhir Maret, perseroan telah merealisasikan pembelian kembali sebanyak 36.406.300 lembar saham dengan nilai Rp1,05 triliun. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana buyback sebesar Rp943,65 miliar.

Manajemen menyatakan, bahwa setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan internal perusahaan, pelaksanaan buyback dihentikan efektif per 31 Maret 2026.

Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan UNTR saat ini.

Laporan resmi ditandatangani oleh Corporate Secretary Ari Setiyawan, dengan tembusan kepada Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II dan Direksi Bursa Efek Indonesia.

Keputusan penghentian buyback ini menandai berakhirnya program yang semula dijadwalkan berlangsung sepanjang 22 Januari – 15 April 2026, sekaligus menunjukkan sikap hati-hati manajemen dalam menjaga stabilitas keuangan dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika pasar.

Check Also

Inflasi Maret Capai 0,41 Persen. Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

MarketNews.id-Sepanjang Maret 2026, laju inflasi mencapai 0,41 persen. Posisi inflasi ini lebih rendah dibandingkan tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *