MarketNews.id-PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebagai emiten properti dan pusat perbelanjaan, catat kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Pendapatan usaha perseroan tumbuh hingga 6,6 persen jadi Rp7,11 triliun dengan laba sebelum pajak tumbuh 14,7 persen. Sedangkan laba bersih perseroan naik 14 persen jadi Rp2,76 triliun. Dari sisi keuangan, ekuitas naik 7,6 persen jadi Rp26,62 triliun dan Liabilitas turun 7,4 persen jadi Rp9,84 Triliun.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan raihan laba bersih mencapai Rp2,76 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun 2024 (year-on-year/ yoy) yang sebesar Rp2,42 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.
Untuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,35 triliun, sedangkan untuk kepentingan non pengendali yaitu sebesar Rp412,36 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan konsolidasian yang dipublikasikan, Senin 30 Maret 2026, pendapatan perusahaan naik 6,6 persen yoy menjadi Rp7,11 triliun dari Rp6,67 triliun pada 2024. Untuk beban pokok pendapatan sebesar Rp3,17 triliun atau naik 9,1 persen yoy dari sebelumnya Rp2,90 triliun.
Untuk laba kotor meningkat 4,6 persen yoy menjadi Rp3,94 triliun dari sebelumnya Rp3,77 triliun. Beban penjualan dan administrasi memang naik masing-masing 17 persen, namun keuntungan dari tender offer obligasi serta pendapatan bunga yang lebih tinggi berhasil menopang profitabilitas.
Laba sebelum pajak tercatat Rp2,81 triliun, naik 14,7 persen yoy dari Rp2,45 triliun. Setelah dikurangi beban pajak, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp2,76 triliun. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp48,72, naik dari Rp43,08 pada tahun sebelumnya.
Dari sisi arus kas, perusahaan mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp3,03 triliun, sedikit turun 9,7 persen yoy dari Rp3,35 triliun pada 2024.
Namun, aktivitas investasi menekan arus kas dengan pengeluaran Rp4,98 triliun, jauh lebih besar dibandingkan Rp1,40 triliun tahun sebelumnya.
Aktivitas pendanaan juga mencatat arus keluar Rp2,01 triliun, naik signifikan dari Rp389 miliar pada 2024. Untuk kas dan setara kas di akhir tahun mencapai Rp5,24 triliun dari periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp9,20 triliun.
Posisi keuangan perusahaan tetap kuat. Total aset naik 3,01 persen yoy menjadi Rp36,46 triliun dari Rp35,37 triliun. Ekuitas meningkat 7,6 persen yoy menjadi Rp26,62 triliun, sementara liabilitas turun 7,4 persen yoy menjadi Rp9,84 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal