Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih AKRA Naik 11,1 Persen Di 2025 Jadi Rp2,47 Triliun

Laba Bersih AKRA Naik 11,1 Persen Di 2025 Jadi Rp2,47 Triliun

MarketNews.id- Peningkatan laba bersih PT AKRA Corporindo Tbk (AKRA) di tahun 2025 lalu, diantaranya disebabkan naiknya pendapatan perseroan sebesar 18,8 persen jadi Rp46,02 triliun.

Laba usaha perseroan pun ikut terdongkrak 19,6 persen jadi Rp3, 08 triliun dengan laba sebelum pajak Naik 16,7 persen jadi Rp3,28 triliun.
Meskipun alami peningkatan beban pokok, aset AKRA tetap Naik 10,4 persen jadi Rp36,56 triliun, diikuti Kas Naik 19,4 persen jadi Rp6,4 triliun.

Sepanjang 2025, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meraih laba bersih Rp2,47 triliun pada 2025 atau mengalami kenaikan 11,1 persen dibandingkan kinerja bottom line di 2024 yang meraih laba bersih Rp2,23 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan AKRA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Arthakencana Rayatama ini membukukan total pendapatan Rp46,02 triliun atau melonjak 18,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp38,73 triliun.

Sejalan dengan peningkatan revenue tersebut, perseroan mencatatkan beban pokok penjualan dan pendapatan Rp41,92 triliun atau membengkak 19 persen (year-on-year). Namun demikian, laba bruto AKRA di 2025 masih lebih tinggi 16,8 persen (y-o-y) menjadi Rp4,1 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha mencapai Rp3,08 triliun atau melambung 19,6 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp3,28 triliun atau melompat 16,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp2,81 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp458,65 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan AKRA menjadi Rp2,82 triliun atau bertumbuh 17,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp2,47 triliun atau meningkat 11,1 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas AKRA per 31 Desember 2025 tercatat Rp15,61 triliun atau naik 6,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp14,62 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp20,95 triliun alias membengkak 13,4 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, total aset emiten distributor BBM dan bahan kimia ini mencapai Rp36,56 triliun atau meningkat 10,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp6,4 triliun atau melonjak 19,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp5,37 triliun.

Check Also

Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan Dan Jadi Primadona Lebaran 2026

MarketNews.id- Produk bahan bakar berkualitas dari PT Pertamina (Persero) yakni Pertamax Series, menjadi pilihan utama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *