MarketNews.id-Luar biasa nikmatnya jadi direksi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Setelah alami kerugian beruntun setiap tahunnya. Dan hampir setiap tahunnya dapat suntikan modal dari Pemerintah lewat Danantara, sebelumnya Kementerian BUMN.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tahun lalu kembali mendapat suntikan dana dari Pemerintah lewat Danantara masing-masing Rp23 Triliun buat GIAA dan Rp4,18 Triliun buat KRAS lewat pinjaman pemegang saham via SWF.
Tahun ini, kedua perusahaan publik ini akan dicarikan mitra global oleh Danantara untuk mengakselerasi penciptaan nilai (value creation).
Danantara Indonesia melalui holding operasional, PT Danantara Asset Management (DAM), akan menjaring mitra global untuk mengakselerasi penciptaan nilai ( value creation ) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Garuda dan Krakatau merupakan dua emiten BUMN yang sudah direstrukturisasi Danantara melalui injeksi kapital ( capital injection ). Di Garuda, Danantara menyertakan modal jumbo sebesar US$1,4 miliar atau setara Rp23 triliun.
Lebih dari itu, Danantara juga merestrukturisasi jajaran manajemen GIAA dengan menempatkan dua ekspatriat dalam struktur pengurus perseroan. Sedangkan di Krakatau, lembaga sovereign wealth fund (SWF) tersebut memberikan pinjaman pemegang saham ( shareholder loan /SHL) sebesar Rp4,18 triliun.
Managing Director Business 3 Danantara Indonesia Febriany Eddy berterus terang, tahun ini Danantara akan mengurangi porsi restrukturisasi dalam bentuk penyehatan dan penyelamatan melalui penyertaan modal dan mulai fokus pada creating value .
Penciptaan nilai itu misalnya dengan melakukan perluasan usaha atau ekspansi dan mulai menggarap proyek-proyek hilirisasi.
Dalam konteks GIAA dan KRAS, Febriany menyebut, tahun ini Danantara akan membantu mereka dalam melakukan transformasi bisnis.
“Kami akan ada beberapa international partnership supaya (GIAA dan KRAS) bisa lebih cepat tumbuh. Sebab, jika dilakukan sendiri akan lambat dan risikonya besar. Tapi, kalau kami ada mitra akan lebih cepat,” ujar Febriany dikutip investor.id Kamis 15 Januari 2026.
Walau begitu, Danantara memastikan akan selektif dalam menjaring mitra. Bukan sekadar kemitraan yang dibangun karena membutuhkan dana besar, melainkan kemitraan yang berorientasi pada akses pasar, jaringan ( network ), dan technological investment .
“Jadi, arah (kemitraannya) lebih ke sana,” sambung dia.
Danantara ingin, tahun ini sudah terlihat hasil dari restrukturisasi yang dikerjakan pada tahun sebelumnya.
Sebab, kata Febriany, hal tersebut merupakan sesuatu yang akan berdampak positif untuk mengukur ekspektasi pada tahun-tahun berikutnya.
“Ternyata, this is what we can expect tahun ini. Kami kawal, kalau bisa di 2027 bisa begini dan 2028 bisa begini.
Jadi growing, step changes . Saya juga percaya, perubahan itu harus dimulai dari pemimpin. Karena pemimpin yang menentukan dan dia role model yang set direction ,” tutur Febriany.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal