MarketNews.id-Bank Permata (BNLI), melaporkan pendapatan bunga tumbuh 6,3 persen secara tahunan menjadi Rp7,417 triliun pada semester I 2025. Tapi pendapatan syariah yang menyusut 10,8 persen secara tahunan menjadi Rp1,169 triliun.
Sedangkan beban bunga dan syariah bengkak 7,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,734 triliun. Sehingga pendapatan bunga dan syariah bersih hanya tumbuh 0,89 persen secara tahunan menjadi Rp4,853 triliun pada semester I 2025.
Selain bunga dan syariah, Bank Permata juga membukukan peningkatan pendapatan operasional, keuntungan penjualan efek, transaksi perdagangan dan provisi/komisi 18,3 persen secara tahunan menjadi Rp1,097 triliun.
Alhasil pendapatan operasional meningkat 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp5,95 triliun. Walau beban operasional bengkak 1,86 persen secara tahunan menjadi Rp3,825 triliun. Tapi laba sebelum pajak penghasilan tetap tumbuh 7,1 persen secara tahunan menjadi Rp2,124 triliun.
Seirama, laba bersih tumbuh 7,5 persen secara tahunan menjadi Rp1,645 triliun pada semester I 2025. Hasil itu dapat mengerek laba per saham dasar ke level Rp45 per lembar pada akhir Juni 2025.
Laba tersebut turut menambah saldo laba belum ditentukan penggunaanya 6,7 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp8,202 triliun pada akhir Juni 2025.
Pada gilirannya, total ekuitas bertambah 2,11 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi Rp43,5 triliun pada akhir Juni 2025.
Sementara itu total penyalurann kredit mencapai Rp151,2 triliun pada akhir Juni 2025. Pada sisi lain, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp188 triliun.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal