MarketNews.id- Kentanix Supra International tengah mengincar dana investor dengan cara penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas 320.674.800 saham baru bernominal Rp100 per lembar.
Mengutip prospektus calon emiten pengembang kawasan perumahan ini pada laman e-IPO, Jumat 13 Desember 2024 jumlah saham yang ditawarkan setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Perseroan mulai penawaran awal dalam rentang harga Rp312-Rp468 per lembar pada tanggal 13-20 Desember 2024. Sehingga nilai IPO ini berkisar Rp100,05 miliar hingga Rp150,07 miliar.
OJK diharapkan menerbitkan pernyataan efektik pada tanggal 27 Desember 2024. Jika sesuai rencana itu, bersama UOB Kay Hian Sekuritas melakukan penawaran umum pada tanggal 2-6 Januari 2025.
Rencananya, 59,42 persen dana IPO untuk modal kerja seperti bagunan rumah di 2 (dua) proyek yang sudah ada sebelumnya, yaitu Grand Nusa Indah dan Adhigana – Grand Nusa Indah (GNI), serta pembangunan infrastruktur di proyek baru, Adhigana.
Sedangkan 27,84 persen dana IPO untuk untuk pembangunan infrastruktur, termasuk cut and fill (perataan tanah) dan pembangunan rumah yang sudah ada sebelumnya, yaitu Vila Bogor Indah 6.
Sisanya untuk biaya operasional seperti biaya pemasaran dan biaya proyek yang terdiri dari biaya keperluan kantor di lokasi proyek (pemeliharaan proyek yang meliputi antara lain pemeliharaan lingkungan dan keamanan, listrik, PDAM, telepon dan Perawatan taman serta sewa kantor.
Perusahaan milik Franciscus Bing Aryanto, Gerda Veronica, Khouw Lip Swan, Maria Karmila, Poppy Hadiman S, dan Theresia Harsin itu membukukan laba bersih Rp38,7 miliar dari pendapatan Rp126,1 miliar sepanjang semester I 2024.
Abdul Segara