Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Genjot Pendapatan Dari Service Data Hingga 15 Persen

BEI Genjot Pendapatan Dari Service Data Hingga 15 Persen

MarketNews.id- Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengejot pendapatan dari lini bisnis layanan data atau data services hingga mencapai 15 persen dari total pendapatan.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Irvan Susandy bahwa saat ini pendapatan dari lini usaha layanan data hanya 8 persen sedangkan bursa bursa utama dunia lainnya telah mencapai belasan hingga puluhan persen.

“Apalagi tren bisnis bursa di luar negeri itu, pendapatan dari bisnis data lebih besar dari fee transaksi. Sebagai gambaran pendapatan data di bursa Malaysia 11 persen, SGX 12 persen. Kita (red- BEI) juga harus ke sana bahkan idealnya 15 persen dari total pendapatan,” kata dia di Jakarta dikutip Selasa 26 November 2024.

Ia bilang peningkatan porsi pendapatan data ini juga bagian dari antisipasi bila pasar sedang lesu yang berdampak pada penyusutan pendapatan jasa transaksi.

Padahal BEI tetap harus melakukan pengembangan pasar, pemeriksaan dan menjalankan fungsi utama bursa lainnya.

“Jadi kalau transaksi sepi, biaya tetap sama. nah perlu ada tambahan pendapatan agar fungsi bursa berjalan maksimal misalnya listing fee, dan data services,” imbuh dia.

Namun dia mengingatkan dalam meningkatkan pendapatan data itu lebih mengutamakan pengguna luar negeri seperti bloomberg, Reuters, hedge fund asing lainnya .

“Itu target kami,” kata dia.
Sebaliknya pada pelaku pasar dalam negeri, kata dia lebih banyak memberikan subsidi ke AB (Anggota Bursa) dan emiten dapat menaikan data gratis dengan jeda waktu.

“Kami beri subsidi kepada AB agar mereka semangat cari investor ritel yang transaksinya hanya 10-15 juta sebulan. Kalau nasabah itu tidak kami bebankan biaya data,” tutur dia.

Seperti diketahui data rekam jejak emiten ditampilkan di laman BEI hanya berdurasi 3 tahun. Sedangkan data rekam jejak emiten lebih dari tiga tahun dapat menjangkaunya Ticmi.

Abdul Segara

Check Also

Rampung Proses Akuisisi Kepemilikan Shell Di Singapore Energy and Chemicals Park Oleh TPIA Dan Glenacore

MarketNews.id-Chandra Asri Grup, kembali menunjukan keseriusan dalam bisnis petro kimia. Melalui anak usaha CAPGC Ltd, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *