Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI : Ada 27 Perusahaan Dalam Antrian IPO, Sektor Energi Paling Banyak

BEI : Ada 27 Perusahaan Dalam Antrian IPO, Sektor Energi Paling Banyak

MarketNews.id-Minat dunia usaha untuk mendapatkan dana murah dari pasar modal tidak pernah surut. Dari tahun ke tahun jumlah perusahaan IPO terus bertambah. Hingga pekan pertama Oktober 2024, masih ada 27 perusahaan yang masih antri untuk bursa. Bila diasumsikan ke 27 perusahaan ini masuk, maka jumlah emiten baru akan mencapai 67 perusahaan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, hingga saat ini terdapat 27 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Sementara sampai dengan 11 Oktober 2024 telah tercatat 36 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp5,42 triliun,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Sabtu 12 Oktober 2024.

Sebanyak 2 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 12 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 13 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.

Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor energi, Dari sektor konsumer siklikal terdapat 3 perusahaan, dari sektor bahan baku dan sektor non siklikal juga terdapat masing-masing 3 perusahaan.

Kemudian, terdapat masing-masing tiga perusahaan lainnya dari sektor industri dan sektor properti. Dari sektor keuangan, sektor kesehatan dan sektor infrastruktur masing-masing terdapat 2 perusahaan, serta 1 perusahaan lainnya berasal dari sektor transportasi dan logistik.

Nyoman menyampaikan, BEI senantiasa mendorong perusahaan yang memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor lainnya.

Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI, dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.

“Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan hukum, dan lain-lain,” tutur Nyoman.

Pasar modal, tempat yang tepat buat dunia usaha kembangkan bisnisnya. Mulai dari  perusahaan rintisan, UMKM hingga perusahaan besar terbuka lebar untuk raih modal usaha lewat penjualan saham kepada publik.

Proses IPO tentunya harus transparan dimana lembaga penunjang pasar modal dari penjamin emisi hingga akuntan harus profesional ikuti  proses IPO sesuai tata kelola agar tidak terjadi fraud baik dari kalangan otoritas maupun penyelenggara perdagangan.

Check Also

Layanan Bongkar Muat Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Naik 11,12 Persen Di Februari 2025

MarketNews.id-Aktifitas layanan terminal khususnya bongkar muat kendaraan dan cargo alami peningkatan signifikan. Naiknya jumlah impor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *