Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Dirut AALI : Turunnya Harga Saham PT Astra Argo Lestari Tbk (AALI) Tidak Terkait Kinerja Usaha

Dirut AALI : Turunnya Harga Saham PT Astra Argo Lestari Tbk (AALI) Tidak Terkait Kinerja Usaha

MarketNews.id Fluktuasi harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan hal wajar. Tarik menarik antara penjual dan pembeli saham memiliki pertimbangan masing-masing. Khusus buat saham, banyak faktor yang menentukan. Naik turunnya harga saham dapat dilihat dari sisi fundamental perusahaan dan dapat dari sisi teknikal. Disisi lain, dapat pula didasarkan atas sentimen pasar.

Terus menurunya harga saham PT Astra Argo Lestari Tbk (AALI) sepanjang tahun ini, diyakini oleh manajemen AALI tidak terkait kinerja usaha perusahaan. Alasannya, semua saham perusahaan sawit belakangan ini alami penurunan harga signifikan. Penurunan harga saham, besar kemungkinan karena turunnya harga jual sawit di pasar internasional.

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terus merosot sejak awal tahun ini, dan mencapai level terendah setelah pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Pada perdagangan Jumat 16 Pebruari 2024, saham emiten perkebunan Grup Astra ini berada di level Rp 6.825 atau turun 0,36 persen dibanding hari sebelumnya, dan terkoreksi 2,85 persen year to date (ytd).

Menanggapi hal itu, CEO Astra Agro Lestari Santosa mengatakan, penurunan saham AALI tidak mencerminkan kinerja operasional perusahaan yang tetap stabil.

“Terkait saham, manajemen tidak ada urusan dengan harga saham. Apakah ini betul karena kinerja atau bukan, rasanya ini bukan masalah kinerja operasional,” kata Santosa pada acara Talk to CEO Astra Agro Lestari yang digelar di Bandung, Jumat Malam 16 Pebruari 2024.

Santosa melihat, penurunan harga saham juga dialami emiten-emiten sawit lainnya. “Kalau hanya AALI saja (yang harganya turun), itu berarti AALI jelek. Tapi ini semua perusahaan sawit,” tutur dia.

Santosa memperkirakan, penurunan harga saham tersebut tidak lepas dari harga komoditas sawit yang terjadi di pasar global. Sementara kinerja AALI sendiri tetap solid dengan produksi tandan buah segar (TBS) inti mencapai 3,31 juta ton pada 2023. Angka itu naik 4,8 persen dibanding tahun sebelumnya 3,16 juta ton.

Santosa mengungkapkan, produksi sawit perseroan pada tahun ini juga diperkirakan stabil karena rotasi panen sudah kembali normal. Selain itu, Astra Agro juga akan mengoptimalkan pembelian TBS dari para petani di sekitaran pabrik perseroan.

“Untuk bisa mengejar pertumbuhan penjualan CPO, kami upayakan optimalisasi pembelian TBS dari para petani. Selain juga tentunya dengan meningkatkan produktivitas lahan inti kami,” pungkas Santosa.

Check Also

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 29 Maret 2025

MarketNews.id- Menyambut Hari Raya Idulfitri serta dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, PT Pertamina Patra …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *