Mencermati perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, berikut pendapat Ashmore dalam Weekly Commentary, Jumat 20 Januari 2023.
Yang terjadi dalam sepekan terakhir ini, Ashmore menandai, pekan ketiga Januari ini merupakan minggu pertama penguatan IHSG di tahun 2023. Selain itu, aliran modal asing secara keseluruhan positif di pasar Indonesia.
Nilai tukar IDR/USD mencapai di bawah level 15.000 untuk pertama kalinya sejak September 2022, meskipun hanya sebentar, dan tetap di atas 15.000 selama sisa minggu ini.
Secara global pasar ekuitas secara keseluruhan di kawasan Amerika dan EMEA melemah. Sementara itu, pasar ekuitas secara keseluruhan di kawasan Asia Pasifik menguat.
Bagaimana sikap Fed?
Menurut Ashmore, di pekan ketiga Januari ini kita menerima data inflasi dari negara perekonomian utama di seluruh dunia, dan sebagian besar dari mereka menunjukkan angka inflasi yang lebih rendah dari sebelumnya. Hanya Jepang yang masih mencatatkan kenaikan inflasi dari 3,8% menjadi 4,0%. “Ini merupakan tingkat inflasi tertinggi di Jepang sejak Januari 1991,” Ashmore menambahkan.
Pernyataan beberapa pimpinan The Fed baru-baru ini menyebutkan, mereka berniat mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama tahun ini, untuk mengekang inflasi. The Fed berencana menaikkan suku bunga di atas 5% tahun ini dan mempertahankannya selama sisa tahun ini.
“Pada saat ini, prakiraan tingkat bunga adalah sebesar 5-5,5% untuk tahun ini,” imbuh Ashmore.
Dalam situasi saat ini, imbal hasil Treasury AS tetap fluktuatif meskipun dalam tren menurun sejak awal tahun ini. Konsensus pasar untuk kenaikan suku bunga Fed berikutnya pada awal Februari 2023 adalah kenaikan 50 bps dan akan berlanjut dengan kenaikan lagi hingga pertengahan 2023.
Situasi saat ini bisa diterjemahkan menjadi peluang pembelian obligasi USD, ungkap Ashmore. Ashmore merekomendasikan produk reksadananya, ADUN , karena tingkat imbal hasil tetap menarik.
Ruang untuk capital gain lebih lanjut tetap luas karena tingkat imbal hasil saat ini masih 200-300 bps lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun. Kami terus mengawasi puncak siklus suku bunga untuk reksadana pendapatan tetap kami.