Home / Otoritas / Bank Indonesia / Sri Mulyani : Dana Asing Keluar RI Lewat Surat Berharga Negara (SBN) Capai Rp132, 69 Triliun

Sri Mulyani : Dana Asing Keluar RI Lewat Surat Berharga Negara (SBN) Capai Rp132, 69 Triliun

MarketNews.id Fenomena dana investasi asing keluar dari negara emerging market seperti Indonesia merupakan hal wajar disaat gejolak ekonomi global lantaran naiknya Migas dan komoditas alam dampak konflik Rusia-Ukraina. Dana asing yang keluar dari Indonesia tidak separah yang dialami oleh negara emerging market lain. Pasalnya, Indonesia masih memiliki perbankan dan khususnya Bank Indonesia (BI) yang siap jadi bamper bila investor asing keluar Indonesia.

Sepanjang 1 Januari 2022 hingga 15 Desember 2022, pemerintah mencatat terjadi aliran dana asing keluar (capital outflow) sebesar Rp132,69 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia.

“Surat berharga kita relatif dalam situasi yang membaik, meskipun kita dihadapkan pada capital outflow atau modal keluar dari sisi pemegang obligasi asing,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers ” APBN KITA Desember 2022″ secara daring di Jakarta, Selasa 20 Desember 2022.

Sri Mulyani mengklaim dana asing kabur dari pasar SBN bukan spesifik melanda Indonesia, ia mengungkapkan fenomena kaburnya modal asing di pasar SBN juga terjadi pada negara-negara pasar berkembang selama 2022, yakni sebesar 72,6 miliar dolar AS atau sekitar 16 persen dari assets under management (AuM) atau dana kelolaan.

Begitu pula, di pasar SBN negara maju yang mencatat arus keluar modal asing senilai 165 miliar dolar AS per 15 Desember 2022 atau 2,5 persen dari dana kelolaan.

Kendati demikian, Menkeu menyebutkan keluarnya modal asing di pasar SBN Indonesia tak menimbulkan volatilitas imbal hasil atau yield SBN lantaran kepemilikan asing dalam SBN Indonesia sudah menurun.

Saat ini, porsi kepemilikan asing menurun menjadi 14,64 persen dari tahun 2019 yang sebanyak 38,57 persen. Adapun perbankan dan Bank Indonesia (BI) kini mendominasi kepemilikan SBN, yakni masing-masing 24,54 persen dan 25,58 persen.

Selain itu, SBN Indonesia tercatat dipegang sebanyak 16,84 persen oleh perusahaan asuransi dan dana pensiun, serta pihak domestik lainnya sebesar 18,4 persen.

“Namun, kita tetap harus menjaga daya tarik dari SBN kita karena ini adalah salah satu bagian dari strategi pembiayaan yang harus terus kami jaga,” tuturnya.

Check Also

BTN Gelar Safari Ramadhan Hingga Tebar 600 Paket Sembako

Marketnews.id- Bank Tabungan Negara (BBTN), bersama Forum Wartawan BTN menggelar Acara BTN dan Insan Pers …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *