Home / Korporasi / BUMN / Pefindo Tetapkan Kembali Peringkat Jasa Marga idAA- Dengan Prospek Positif

Pefindo Tetapkan Kembali Peringkat Jasa Marga idAA- Dengan Prospek Positif

Marketnews.id Prospek PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) ditingkatkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dari stabil menjadi Positif. Sedangkan peringkat perusahaan JSMR tetap idAA-.

Peningkatan prospek perusahaan ini untuk mengantisipasi ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas yang lebih baik dengan rencana perseroan akan mengurangi utang.

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menetapkan peringkat PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) di level idAA- (Double A Minus), namun prospek peringkat perseroan direvisi menjadi ‘Positif’.


Berdasarkan riset yang dilakukan oleh analis Pefindo, Niken Indriarsih dan Marshall Tatuhas yang dikirimkan melalui surat elektronik, Kamis 12 Mei 2022, peringkat idAA- juga disematkan Pefindo pada Obligasi Berkelanjutan II-2020 yang diterbitkan oleh JSMR.


“Outlook atas peringkat JSMR direvisi menjadi ‘Positif’ dari ‘Stabil’ untuk mengantisipasi ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas yang lebih baik, dengan rencana mengurangi utang menggunakan hasil dari aksi korporasi jangka pendek,” kata Niken.


Lebih jauh Niken menjelaskan, saat ini JSMR sedang berada dalam proses divestasi saham pada beberapa anak perusahaan, dengan potensi hasil divestasi untuk mengurangi utang dan pengembangan jalan tol.


Upaya pengurangan utang yang dikombinasikan dengan potensi arus kas yang lebih tinggi itu, seiring dengan pemulihan perekonomian domestik. Sehingga, usaha tersebut akan memperbaiki ukuran-ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas JSMR di tengah potensi utang yang lebih tinggi dalam jangka menengah terkait pembayaran biaya konstruksi.


Lebih lanjut Niken menjelaskan, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan (idAAA) dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen-komitmen keuangan jangka panjang, dibandingkan dengan obligor di Indonesia lainnya.


Sementara itu, tanda minus (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan berada di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.


Peringkat JSMR mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah terkait penyelesaian proyek jalan tol, posisi dominan perseroan pada sektor jalan tol, portofolio jalan tol yang terdiversifikasi dengan periode konsesi yang panjang dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat.


“Peringkat JSMR dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dalam jangka pendek hingga menengah dan risiko bisnis terkait dengan jalan tol baru,” ucap Niken.


Dia mengatakan, peringkat JSMR bisa saja dinaikkan, jika perusahaan pelat merah ini mampu memperbaiki struktur permodalan dengan mengurangi jumlah utang.

Selain itu, jika jalan tol baru bisa secara konsisten menarik volume arus lalu lintas yang lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. “Atau, jika kami melihat ada dukungan dari pemerintah yang lebih kuat,” imbuhya.


Niken menambahkan, outlook JSMR akan kembali direvisi menjadi ‘Stabil’, apabila pengurangan utang belum bisa memperbaiki struktur permodalan secara signifikan. Selain itu, jika aksi korporasi tertunda karena kondisi pasar atau jika pandemi yang berkelanjutan mengurangi volume arus lalu lintas secara signifikan.


Dia menambahkan, prospek peringkat JSMR juga akan dikoreksi kembali menjadi ‘Stabil’, apabila perusahaan menambah jumlah utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan sebelumnya, karena bisa melemahkan proteksi arus kas perseroan.

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *