Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sesi Pertama Perdagangan Indeks Melemah 3,16 Persen

Sesi Pertama Perdagangan Indeks Melemah 3,16 Persen

Marketnews.id Ritme perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi hingga siang ini berjalan normal. Dari hampir 700 emiten, hampir separuh nya atau 308 emiten mengalami penurun harga. Mampukah indeks bangkit di sesi kedua perdagangan hari.

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ), ditutup melemah 3,16 persen atau 150 poin ke level 4.627 dari sesi pembukaan yang dibuka flat pada level 4.778. Sebanyak 71 emiten bergerak menguat, 308 emiten melemah dan 121 emiten stagnan.


Seluruh sektor tercatat mengalami pelemahan yaitu perkebunan sebesar 3,03 persen menjadi 981, konsumer melemah 3,87 persen menjadi 1.688, aneka industri sebesar 3,30 persen menjadi 734, properti 2,58 persen menjadi 338, manufaktur sebesar 3,64 persen menjadi 1.074.


Sementara di sektor industri dasar sebesar 3,36 persen menjadi 654 dan pertambangan melemah 2,59 persen menjadi 1.229, infrastruktur 3,96 persen menjadi 819, perdagangan melemah 1,81 persen menjadi 597 dan keuangan terkoreksi 3,03 persen menjadi 993.


Saham teraktif yaitu BBRI dengan nilai transaksi Rp452,37 miliar, BMRI Rp205,01 miliar, TLKM Rp195,04 miliar, ASII Rp92,04 miliar dan PGAS Rp91,20 miliar. Dari indeks kompas100 emiten yang menjadi menjadi top gainer adalah BEST (0,83 persen) dan TPIA (0,69 persen).


Sementara itu emiten yang stagnan nilai sahamnya adalah BOGA, SIDO, ESSA, TOPS,SMCB. Sedangkan emiten dengan penurunan nilai saham terdalam adalah PPRO (-6,90 persen), INTP (-6,85 persen), ACES (-6,79 persen), PNLF (-6,67 persen), dan JPFA (-6,63 persen).


Tercatat investor asing dominan menjual saham dengan nilai transaksi penjualan nett Rp336,49 miliar dan volume 4,10 juta lot. Saham yang paling banyak dijual oleh asing adalah BBRI, TLKM, BMRI, UNVR, HMSP. Untuk nilai rupiah terhadap dolar AS melemah 0,65 persen atau 105 poin ke level Rp16280 per USD.

Melihat kecenderungan yang terjadi di sesi pertama perdagangan, beberapa analis pesimistik bila indeks akan terangkat pada penutupan perdagangan sore nanti.

Check Also

Bursa Amerika, Eropa Dan Asia Kompak Terpuruk Akibat Kebijakan Trump

MarketNews.id-Buat Amerika, Hari Kamis 4 April 2025 bisa jadi hari terburuk sejak 2020 untuk tiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *