Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Tower Bersama Infrastruktur Raih Kinerja Positif. Bagaimana Nasibnya Di Tahun Ini

PT Tower Bersama Infrastruktur Raih Kinerja Positif. Bagaimana Nasibnya Di Tahun Ini

Bisnis sewa manara telekomunikasi masih dianggap bisnis yang menjanjikan. Buktinya, sepanjang tahun lalu PT Tower Bersama Infrastruktur mampu meraih kinerja baik yang terlihat dari meningkatnya pendapatan maupun laba perusahaan. Apalagi jumlah pengguna telekomunikasi terus bertambah jumlahnya.

Tahun lalu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil mencatatkan kinerja positif baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan periode 2019, TBIG membukukan pendapatan Rp 4,7 triliun pada 2019. Jumlah ini naik 8,81% dibanding pendapatan tahun 2018 yang sebesar Rp 4,32 triliun. Seluruh pendapatan ini berasal dari bisnis sewa menara telekomunikasi dan properti investasi.


Laba bersih TBIG pada 2019 ikut meningkat 20,41% yoy menjadi Rp 819,45 miliar. Padahal, pada 2018, laba bersih TBIG baru sebesar Rp 680,58 miliar.
Adapun aset TBIG per akhir 2019 mencapai Rp 30,87 triliun atau naik 6,04% secara tahunan.


Ini sejalan dengan utang TBIG yang berkurang 0,34% yoy menjadi Rp 25,35 triliun dan ekuitas yang melesat 50,11% yoy menjadi Rp 5,52 triliun.


Secara peringkat, perusahaan telekomunikasi dengan porsi sewa terbesar masih dipegang oleh PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), yakni mencapai Rp 2,01 triliun atau 43% dari total pendapatan TBIG 2019.
Disusul oleh PT Indosat Tbk ISAT sebesar Rp 1,01 triliun (22%), PT XL Axiata Tbk EXCL Rp 844,42 miliar (18%), PT Hutchison 3 Indonesia Rp 526,68 miliar (11%), dan PT Smartfren Telecom Rp 264,8 miliar (6%).


Tahun ini TBIG masih akan fokus menjalankan pengembangan bisnis secara organik.
Meski Direktur Keuangan TBIG, Helmi Yusman tidak merinci seperti apa langkah ekspansi organik yang dilancarkan. Namun sepanjang 2019, TBIG telah memiliki 28.740 penyewaan dan 15.589 site telekomunikasi.

Lebih lanjut, TBIG juga memiliki  site  telekomunikasi yang terdiri dari 15.473 menara telekomunikasi dan 116 jaringan DAS. Sedangkan total penyewaan yang terjadi sepanjang 2018, pada menara telekomunikasi adalah sebanyak 28.624.
Helmi juga menyiratkan, di tengah pandemik, kontrak panjang 10 tahun tidak terkena dampak apapun. Ia berharap, COVID-19 tidak mempengaruhi pendapatan terkontrak pihaknya.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *