Home / Otoritas / Bank Indonesia / BEI Sempurnakan Kebijakan Pasar Modal, Dorong Perkembangan Pasar Karbon, dan Tingkatkan Kepedulian Sosial

BEI Sempurnakan Kebijakan Pasar Modal, Dorong Perkembangan Pasar Karbon, dan Tingkatkan Kepedulian Sosial

MarketNews.id– PT Bursa Efek Indonesia (BEI), melanjutkan upaya menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien melalui penyesuaian kebijakan pasar modal.

Dalam pekan ini, BEI juga mendorong pengembangan pasar karbon nasional serta menyalurkan dukungan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Pada aspek perdagangan, BEI memberlakukan penyesuaian lanjutan terhadap ketentuan batas Auto Rejection Bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas pada rentang harga Rp11,00 hingga Rp14,00.

Ketentuan yang sebelumnya menetapkan batas ARB sebesar 7% disesuaikan menjadi Rp1,00. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa (20/10), setelah evaluasi atas penerapan ARB asimetris sebesar 7% yang dimulai pada 19 Oktober 2026.

Ketentuan tersebut berlaku hingga 31 Desember 2026 bagi efek yang tercatat di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru.

Sementara itu, efek di Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus tetap mengikuti ketentuan ARB yang berlaku pada masing-masing papan pencatatan.

BEI akan mengevaluasi kebijakan ini secara berkala sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan keberlanjutannya, dengan tetap memperhatikan pembentukan harga yang lebih baik.

Selain penyesuaian kebijakan perdagangan, BEI juga mengumumkan perubahan kriteria evaluasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (22/10), yang berlaku efektif mulai Senin (2/11).

Dalam ketentuan terbaru, saham yang tercatat di Papan Akselerasi dan saham yang termasuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi menjadi bagian dari seleksi konstituen IHSG.

Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas representasi IHSG terhadap kondisi pasar saham Indonesia serta menyediakan informasi yang lebih memadai bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Di bidang keberlanjutan, BEI menyelenggarakan IDXCarbon Talks 2026 bertema “Indonesia’s Carbon Market: What’s New and What’s Next?” pada Rabu (21/10) di Main Hall BEI, Jakarta.

Acara ini diawali dengan sambutan Direktur BEI dan keynote speech dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PT TBS Energi Utama Tbk, PT Pertamina Power Indonesia, dan IDXCarbon.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta yang mewakili Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Pemilik Proyek Karbon, dan anggota asosiasi karbon.

Diskusi mencakup perkembangan kebijakan dan ekosistem pasar karbon Indonesia, komitmen iklim nasional, strategi dekarbonisasi perusahaan, serta peluang perdagangan karbon.

Melalui forum ini, BEI mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan pasar karbon nasional yang berkelanjutan.

Komitmen sosial BEI diwujudkan melalui penyaluran dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Yayasan Griya Lansia Tenteram melalui Program Senior Empowerment pada Selasa (20/10).

Program ini bertujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehlari-hari melalui penyediaan fasilitas hand grip/grab bar dan toilet ramp bagi lima panti wreda.

Seremoni penyerahan dukungan dilaksanakan di Panti Jompo Kemah Beth Shalom, Tangerang, sebagai salah satu panti penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BEI menyerahkan dukungan secara simbolis kepada Koordinator Pengurus Harian Panti Jompo Kemah Beth Shalom Ayen Oei, disaksikan oleh Dewan Pengawas Yayasan Griya Lansia Tenteram Johanes Kuntjoro Adisardjon dan Ketua Yayasan Griya Lansia Tenteram Velly Saafrianti.

Aktivitas perdagangan saham di BEI menunjukkan peningkatan pada sebagian besar indikator selama periode 19–23 Oktober 2026. IHSG ditutup pada level 5.439,258, naik 4,90% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya pada level 5.185,105. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang naik 25,42% menjadi Rp20,34 triliun dari Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 13,80% menjadi 1,95 juta kali transaksi, dibandingkan 1,72 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66% menjadi Rp9.583 triliun dari Rp9.157 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar 39,96 miliar saham, berubah 9,39% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 44,10 miliar saham.

Dari sisi transaksi investor asing, pada Jumat (23/10), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,28 triliun.

secara kumulatif sepanjang 2026 hingga periode pelaporan, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp94,87 triliun.

Perkembangan perdagangan tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar saham Indonesia pada pekan ini, di tengah penyesuaian kebijakan pasar modal dan berbagai inisiatif BEI untuk mendukung pengembangan pasar keuangan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Check Also

BEI Sesuaikan Kriteria Evaluasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

MarketNews,id– PT Bursa Efek Indonesia (BEI), telah melakukan penyesuaian atas kriteria evaluasi Indeks Harga Saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *