Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Suzuki e SKY Resmi Meluncur, EV Mungil Ini Dibandrol Sekitar Rp230 jutaan

Suzuki e SKY Resmi Meluncur, EV Mungil Ini Dibandrol Sekitar Rp230 jutaan

MarketNews.id– Suzuki melihat kendaraan listrik tidak harus selalu hadir dalam bentuk mobil berukuran besar dengan harga mahal.

Melalui e SKY, pabrikan asal Jepang tersebut mencoba menawarkan alternatif yang lebih sederhana untuk masyarakat perkotaan.

Berdasarkan informasi rilis resmi suzuki.co.jp yang terbit Selasa 6 Oktober 2026, pihak Suzuki menyebut, e SKY merupakan mobil listrik pertama Suzuki yang masuk kategori kei car, kelas kendaraan yang sangat populer di Jepang karena dimensinya kompak dan cocok digunakan di jalan perkotaan.

Strategi Suzuki cukup jelas. e SKY dikembangkan bukan hanya sebagai kendaraan listrik, tetapi sebagai mobil yang diharapkan dapat membuat konsumen lebih mudah meninggalkan kendaraan bermesin bensin.

Mobil ini mengusung konsep pengembangan “Easy to Switch”. Artinya, Suzuki berusaha membuat perpindahan dari mobil konvensional menuju kendaraan listrik berlangsung semudah mungkin bagi pengguna.

Salah satu daya tarik utamanya adalah harga. Di Jepang, e SKY ditawarkan mulai 2,12 juta yen. Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, nilainya berada di kisaran Rp230 jutaan, meski harga tersebut tentu tidak bisa dijadikan patokan apabila kendaraan ini nantinya masuk ke pasar Indonesia.

Pihak Suzuki dijadwalkan mulai menjual e SKY di Jepang pada 16 November 2026. Model ini tersedia dalam tiga pilihan, yaitu A, G, dan X.

Varian A menjadi versi paling terjangkau dengan harga 2,12 juta yen. Sementara itu, tipe G dibanderol 2,39 juta yen dan varian tertinggi X memiliki harga 2,79 juta yen.

Meski berukuran mungil, Suzuki tidak sekadar mengejar harga murah. e SKY dibekali baterai lithium-ion jenis LFP berkapasitas 26 kWh.

Baterai tersebut menggerakkan motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 64 PS, dengan torsi puncak mencapai 133 Nm. Kombinasi tersebut membuat e SKY mampu menempuh jarak hingga 310 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan pengujian WLTC.

Angka tersebut menjadi salah satu poin penting yang ditawarkan Suzuki. Untuk sebuah mobil listrik berukuran kei car, jarak tempuh lebih dari 300 km membuat kendaraan ini tidak hanya cocok untuk perjalanan pendek di dalam kota.

Efisiensi juga menjadi perhatian Suzuki. e SKY mencatat konsumsi energi sekitar 97 Wh/km berdasarkan metode pengujian WLTC.

Bobot kendaraan berada di kisaran 1.030 kilogram. Suzuki menggunakan platform khusus mobil listrik bernama HEARTECT-e, dengan baterai ditempatkan di bagian bawah lantai kendaraan.

Penempatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konstruksi kendaraan listrik, tetapi juga membantu Suzuki memaksimalkan ruang kabin.

Sebagai kei car, dimensi kompak menjadi salah satu karakter penting e SKY. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm.

Radius putarnya hanya 4,4 meter. Karakter tersebut membuat e SKY sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jepang yang sehari-hari harus melewati jalan perkotaan maupun area permukiman yang relatif sempit.

Untuk sistem pengisian, mobil ini mendukung pengisian AC dengan pilihan 3 kW dan 6 kW. Sementara pengisian cepat DC dapat dilakukan dengan daya hingga 50 kW.

Suzuki juga memperhatikan aspek kemudahan penggunaan. Soket pengisian ditempatkan di bagian belakang kanan kendaraan sehingga lebih mudah diakses ketika mobil berada di area parkir.

Meskipun menyandang status kei car, Suzuki tidak membuat bagian interior e SKY terasa terlalu sederhana. Mobil listrik ini mendapatkan layar audio berukuran 10,1 inci. Suzuki menyebut perangkat tersebut sebagai layar terbesar yang pernah digunakan pada kei car mereka.

Dari sisi desain, e SKY memadukan karakter mobil mungil khas Jepang dengan tampilan yang lebih modern. Beberapa elemennya juga mengambil inspirasi dari Suzulight, mobil kecil pertama yang diproduksi Suzuki.

Kehadiran e SKY menunjukkan bagaimana Suzuki melihat elektrifikasi dari sisi yang berbeda. Alih-alih hanya mengejar performa atau ukuran baterai besar, pabrikan tersebut lebih fokus pada kendaraan yang ringan, efisien, praktis dan relatif terjangkau.

Dengan dimensi kecil, konsumsi listrik rendah, jarak tempuh hingga 310 km dan harga yang relatif terjangkau, e SKY berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana mobil listrik dapat dibuat lebih sederhana agar lebih mudah diterima konsumen.***

Check Also

OJK : Resiliensi Dan Likuiditas Pasar Modal Tetap Manageable

MarketNews.id- Sepanjang September 2026, IHSG tertekan hingga 6,96 persen sedangkan secara tahunan hingga akhir September …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *