Home / Korporasi / BUMN / ICCN Audiensi Dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Perkuat Kolaborasi WCCE 2026

ICCN Audiensi Dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Perkuat Kolaborasi WCCE 2026

MarketNews.id- Indonesia Creative Cities Network (ICCN), melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, pada Rabu (16/9/2026) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Thamrin Nine, Jakarta Pusat.

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi ICCN dan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kota dan daerah, khususnya dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.

Dalam audiensi, ICCN menyampaikan sejumlah inisiatif yang dipersiapkan untuk mendukung agenda WCCE 2026. Rangkaian tersebut dikembangkan dengan mengacu pada tema WCCE 2026, “Inclusively Creative: Collective Continuity”, serta diarahkan untuk mempertemukan percakapan global mengenai ekonomi kreatif dengan potensi dan praktik baik yang berkembang di berbagai daerah Indonesia.

Salah satu agenda yang dibahas adalah Road to WCCE, yang dirancang untuk menghadirkan suara ekonomi kreatif dari daerah melalui kanal media, khususnya TVRI di tingkat nasional dan daerah.

Program tersebut mencakup Talkshow Hexahelix Ekraf di 34 stasiun TVRI daerah, video profil ekonomi kreatif dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta profil 44 kabupaten/kota jejaring Kata Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif.

Selain itu, juga direncanakan penguatan eksposur terhadap tujuh kota kreatif Indonesia yang telah menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Melalui rangkaian tersebut, potensi ekonomi kreatif daerah diharapkan dapat terdokumentasi, dipromosikan, sekaligus menjadi bagian dari narasi Indonesia dalam forum ekonomi kreatif dunia.

ICCN Island di Creative Village

ICCN juga memaparkan konsep ICCN Island di Creative Village sebagai bagian dari side event WCCE 2026.

ICCN Island akan menjadi ruang yang mempertemukan inspirasi, inovasi, budaya, teknologi, dan media, dengan beberapa konten utama seperti Suara dari Daerah, Ekraf Akademi, serta ruang jejaring Nusantara Living Museum dan pemetaan kota kreatif ICCN.

Inisiatif tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan melalui rangkaian marathon meeting pada 8–9 September 2026 dengan lintas kedeputian Kementerian Ekonomi Kreatif dan kepanitiaan WCCE 2026.

Selain agenda WCCE, audiensi juga membahas persiapan Rakornas ICCN 2026: Indonesia Creative Connect, yang akan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Jakarta.

Rakornas dirancang bukan sekadar sebagai forum konsolidasi organisasi, tetapi sebagai national creative ecosystem platform yang mempertemukan kota, komunitas, kreator, pemerintah, industri, akademisi, media, dan mitra strategis untuk mengubah potensi jejaring menjadi kolaborasi, keputusan, serta aksi nyata.

Dengan tema “From Global Conversation to Local Action”, Rakornas akan berfokus pada tiga tahapan utama: Listen & Map, Connect & Collaborate, serta Decide & Commit.

Tahapan tersebut diarahkan untuk memetakan potensi dan kebutuhan daerah, mempertemukan kota dengan kreator, komunitas, brand dan mitra, sekaligus menghasilkan project pipeline, agenda prioritas, keputusan organisasi, PIC, mitra, timeline, dan KPI yang dapat ditindaklanjuti.

ICCN menargetkan agar Rakornas tidak berhenti pada pertemuan selama dua hari. Sebagian besar substansi dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan sehingga forum dapat difokuskan pada pertemuan antar pemangku kepentingan, penyelarasan kepentingan, pengambilan keputusan, dan penetapan tindak lanjut.

Sejumlah Tindak Lanjut Disepakati

Audiensi juga menyepakati sejumlah tindak lanjut yang akan dikoordinasikan oleh ICCN, Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, dan mitra terkait untuk mendukung agenda WCCE 2026 dan Rakornas ICCN 2026.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Agenda Global

Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki C. Satari menyampaikan, bahwa kolaborasi antara pemerintah dan jejaring kota kreatif menjadi penting untuk memastikan agenda ekonomi kreatif tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi di daerah.

“WCCE menjadi momentum untuk membawa potensi dan praktik baik ekonomi kreatif dari berbagai daerah Indonesia ke dalam percakapan global. Pada saat yang sama, hasil dari percakapan global tersebut perlu kita bawa kembali menjadi pengetahuan, jejaring, peluang dan aksi nyata di daerah,” ujar Fiki.

Menurutnya, kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman kota, komunitas, talenta, budaya, kreativitas, dan inovasi yang tersebar di berbagai wilayah.

Karena itu, ICCN mendorong agar konektivitas antarkota dan antar pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga ekosistem ekonomi kreatif dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan tiga prinsip yang menjadi perhatian ICCN dalam pengembangan jejaring kota kreatif, yaitu kemandirian, keberlanjutan, dan berdampak.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, lembaga donor, serta NGO nasional dan internasional, ICCN membuka ruang kemitraan untuk memperkuat ekosistem kota dan kabupaten kreatif Indonesia.

Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan orkestrasi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia—dari Indonesia untuk dunia, sekaligus memastikan bahwa momentum WCCE 2026 menghasilkan koneksi dan peluang yang dapat diteruskan menjadi aksi nyata di berbagai daerah.

Check Also

Haji Isam Bakal Jadi Pemegang Saham Baru BYAN Resources

MarketNews.id-Low Tuck Kwong dan putrinya sepakat melepas saham BYAN ke Haji Isan. Diharga berapa saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *