Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / IHSG Turun 0,33 Persen Ke Level 6.441, Sektor Industri Paling Tertekan

IHSG Turun 0,33 Persen Ke Level 6.441, Sektor Industri Paling Tertekan

MarketNews.id-Hari terakhir perdagangan saham pekan ini, Indeks terkoreksi 0,33 persen turun ke level 6.441.

IDX PROPERTI, IDX HEALTH Dan IDXFINANCE turun masing-masing 1,44 persen dan 1,12 persen serta 0,93 persen.

Sementara Indeks sektor teknologi jadi satu satunya yang menguat, di dukung DDII dan MLPT yang alami peningkatan 6,09 persen.

Indeks sektor industri (IDXINDUST) jadi sektor yang alami penurunan terdalam. Sedangkan Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) jadi satu-satunya Indeks sektoral yang berakhir di zona hijau alias alami peningkatan.

Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXINDUST tercatat merosot 1,64 persen, terutama tertekan ASII sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp195 triliun, yang harga sahamnya melorot 1,63 persen ke level 4.820.

Sementara itu, saham UNTR sebagai salah satu konstituen IDXINDUST dengan market cap Rp92,6 triliun, harga sahamnya terpantau melorot 3,4 persen ke level 24.825.

Adapun saham yang mengalami penurunan paling signifikan di IDXINDUST adalah VOKS (-9,6%) dan IKBI (-7%).

Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 1,44 persen. Saham PANI menjadi salah satu saham berkapitalisasi besar yang menekan pergerakan sektor ini. Dengan market cap Rp95,9 triliun, harga saham PANI merosot 3,21 persen ke level 5.275.

Dua saham di IDXPROPERT yang mencatatkan koreksi paling dalam, yakni LPKR (-8,6%) dan UANG (-8,1%).
Di posisi berikutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 1,12 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham MEDS (-4,7%) dan PYFA (-3,1%).

Sementara Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melorot 0,93 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada AHAP (-9,6%) dan PADI (-7,5%).

Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menyusut 0,91 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham SAFE yang mengalami ARB (-9,9%) dan HELI (-5,5%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,85 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham AGAR yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan JARR (-14,1%).

Kemudian, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melemah 0,82 persen, dengan penyusutan harga saham paling besar terjadi pada ASLI (-7,2%) dan TOWR (-6,3%).

Indeks sektor energi (IDXENERGY) juga berakhir di zona merah atau menurun 0,51 persen, dengan saham terkoreksi paling dalam terjadi pada TCPI yang mencatatkan ARB (15%) dan RIGS (-5,5%).

Pelemahan yang lebih terbatas terjadi pada indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang menurun 0,18 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham AYLS (-12,1%) dan INTD (-8,2%).

Sementara itu indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) terkoreksi 0,16 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham FORU yang mengalami ARB (-15%) dan DOOH (-10,9%).

Berbeda dengan 10 indeks sektoral lainnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) justru mencatat penguatan 0,27 persen pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini.

Penguatan ini antara lain ditopang oleh saham DCII yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di sektor teknologi, yakni Rp481 triliun. Harga saham DCII melonjak 3,14 persen ke level 201.950.

Selain DCII, MLPT sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp57,1 triliun, harga sahamnya melambung 6,09 persen ke level 1.220.

Adapun dua saham di sektor teknologi yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah MPIX (-9,3%) dan kemudian diikuti pula oleh saham MLPT.

Check Also

Haji Isam Bakal Jadi Pemegang Saham Baru BYAN Resources

MarketNews.id-Low Tuck Kwong dan putrinya sepakat melepas saham BYAN ke Haji Isan. Diharga berapa saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *