Home / Korporasi / BUMN / ICCN Dan Privy Perkuat Infrastruktur Kepercayaan Digital Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia

ICCN Dan Privy Perkuat Infrastruktur Kepercayaan Digital Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia

MarketNews.id-Penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan karya, inovasi, dan aktivitas kreatif, tetapi juga membutuhkan fondasi digital yang mampu mendukung tata kelola, kolaborasi, transaksi, serta pengelolaan dokumen secara aman dan terpercaya.

Melihat kebutuhan tersebut, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan PT Privy Identitas Digital (Privy) menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kolaborasi Pengembangan Ekosistem DigitaI, Identitas Digital, Tanda Tangan Elektronik, E-Meterai, dan Transformasi Digital Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan jejaring kota dan kabupaten kreatif dengan kapabilitas teknologi digital, sehingga proses transformasi digital di ekosistem ekonomi kreatif dapat berlangsung secara lebih terstruktur, terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.

MoU tersebut secara khusus menempatkan transformasi digital sebagai salah satu fondasi dalam memperkuat daya saing, tata kelola, produktivitas, dan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

ICCN membawa kekuatan jejaring kota dan kabupaten kreatif, komunitas, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif, sementara Privy membawa kapabilitas pada bidang identitas digital, tanda tangan elektronik, pengelolaan dokumen digital, e-Meterai, verifikasi identitas, serta layanan kepercayaan digital.

Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), TB Fiki C. Satari, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kerja sama antara dua institusi, tetapi sebagai pertemuan dua ekosistem yang memiliki peran saling melengkapi dalam membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

“Hari ini, MoU ICCN dan Privy bukan sekadar kerja sama dua institusi, tetapi pertemuan dua ekosistem untuk memperkuat masa depan ekonomi kreatif Indonesia.

ICCN percaya kota kreatif tumbuh dari keterhubungan komunitas, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, teknologi, dan masyarakat. Di tengah transformasi digital dan perkembangan AI, kepercayaan menjadi fondasi penting bagi identitas, karya, kolaborasi, dan transaksi.

Kami melihat Privy bukan hanya sebagai perusahaan teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan kreativitas dengan digital trust. Harapannya, kolaborasi ini berkembang menjadi implementasi nyata di berbagai kota dan kabupaten kreatif Indonesia.

Ketika kreativitas, teknologi, dunia usaha, dan kepercayaan bergerak bersama, ekosistem kreatif Indonesia akan tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan.

Dari Kolaborasi Stakeholder Menuju Infrastruktur Kepercayaan Digital

Kolaborasi ICCN dan Privy tidak semata-mata berbicara mengenai digitalisasi dokumen, tetapi diarahkan pada pembangunan infrastruktur kepercayaan digital yang dapat mendukung aktivitas ekosistem ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.

Dalam ekosistem kreatif, berbagai bentuk kolaborasi terjadi setiap hari: kerja sama antarorganisasi, kemitraan dengan pemerintah daerah, kontrak bisnis, penyelenggaraan event, pengelolaan komunitas, kerja sama dengan pelaku usaha, hingga berbagai proses administrasi dan legalitas.

Seluruh aktivitas tersebut membutuhkan mekanisme identifikasi, autentikasi, persetujuan, dan pengesahan dokumen yang dapat dilakukan secara cepat sekaligus memiliki tingkat kepercayaan yang memadai.

Melalui kerja sama ini, ICCN dan Privy membangun landasan untuk mendorong penggunaan identitas digital yang aman dan terpercaya, tanda tangan elektronik, e-Meterai, digitalisasi dokumen, dan integrasi teknologi di dalam ekosistem kota dan kabupaten kreatif Indonesia.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menggeser proses administratif yang sebelumnya bergantung pada dokumen fisik dan proses manual menuju proses digital yang lebih paperless, secure, verified, efficient, dan traceable.

Dengan fondasi ini, transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi berkembang menjadi sistem kepercayaan yang memungkinkan berbagai pihak dalam ekosistem kreatif berinteraksi dan berkolaborasi secara digital dengan lebih mudah dan aman.

Privy sebagai Mitra Teknologi Strategis dalam Penguatan Ekosistem Digital ICCN

Dalam kerangka kerja sama tersebut, Privy hadir sebagai mitra teknologi yang mendukung penguatan ekosistem digital ICCN melalui solusi identitas dan kepercayaan digital.

Salah satu ruang pengembangan yang secara eksplisit tercantum dalam MoU adalah penjajakan integrasi teknologi Privy dengan platform, aplikasi, portal, maupun sistem digital yang dikembangkan atau digunakan dalam ekosistem ICCN.

Integrasi tersebut dapat mencakup:

● identitas digital;
● autentikasi;
● verifikasi identitas;
● tanda tangan elektronik;
● pengelolaan dokumen elektronik;
● e-Meterai; dan
● API atau sistem integrasi lainnya sesuai kebutuhan dan kelayakan teknis.

Ruang integrasi tersebut menjadi penting karena penguatan platform digital ICCN pada akhirnya membutuhkan bukan hanya konektivitas antarsistem, tetapi juga mekanisme trust layer yang memastikan bahwa pihak yang berinteraksi di dalam ekosistem dapat dikenali, diverifikasi, dan melakukan proses administrasi maupun persetujuan secara digital.

Dengan demikian, teknologi yang dibawa oleh Privy dapat menjadi salah satu komponen pendukung dalam membangun ekosistem digital ICCN yang lebih terintegrasi dan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih kuat.

Digital Signature untuk Mendukung Aktivitas Pelaku Ekonomi Kreatif

Salah satu implementasi yang paling konkret dari kolaborasi ini adalah pemanfaatan tanda tangan elektronik untuk berbagai kebutuhan dokumen di lingkungan ICCN dan ekosistem ekonomi kreatif.

MoU mencakup pemanfaatan tanda tangan elektronik untuk kebutuhan MoU, Perjanjian Kerja Sama (PKS), kontrak, surat pernyataan, surat tugas, surat keputusan, dokumen administrasi, dokumen kerja sama komunitas, dokumen kegiatan dan event, dokumen bisnis pelaku ekonomi kreatif, serta dokumen lainnya sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut memberikan peluang bagi proses kerja sama dan administrasi di ekosistem kreatif untuk dilakukan secara lebih cepat, fleksibel, dan terdokumentasi.

Bagi pelaku ekonomi kreatif, digital signature dapat menjadi bagian penting dari perjalanan aktivitas bisnis maupun kolaborasi mereka. Mulai dari kerja sama dengan komunitas, kontrak dengan mitra, dokumen event, perjanjian bisnis, hingga kebutuhan administrasi lainnya dapat diarahkan menuju proses digital yang lebih efisien.

Sementara bagi ICCN dan jejaring kota/kabupaten kreatif, pemanfaatan tanda tangan elektronik dapat membantu memperkuat tata kelola organisasi dan mempercepat proses koordinasi serta pengesahan dokumen lintas wilayah dan lintas stakeholder.

Dengan begitu, digitalisasi bukan hanya menciptakan efisiensi administratif, tetapi juga membuka ruang bagi kolaborasi lintas kota, lintas organisasi, dan lintas sektor yang dapat berlangsung lebih cepat tanpa dibatasi oleh proses dokumen fisik.

Menjangkau Lebih Luas: Dari ICCN ke Jejaring Kota dan Kabupaten Kreatif

MoU ICCN dan Privy memiliki cakupan yang lebih luas daripada kebutuhan internal kedua organisasi.

Program kolaborasi dapat ditujukan kepada pengurus dan anggota ICCN, jejaring kota dan kabupaten kreatif, komite ekonomi kreatif daerah, Creative Center, komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, kreator dan talenta kreatif, UMKM, startup, event organizer, perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi, asosiasi, dan mitra strategis ICCN.

Artinya, kerja sama ini memiliki potensi untuk menjadi model yang dapat diterapkan secara lebih luas dalam ekosistem Creative Cities di Indonesia.

ICCN dapat berperan dalam menghubungkan program dengan jejaring kota/kabupaten kreatif, komunitas, serta stakeholder ekonomi kreatif, sementara Privy dapat mendukung penyediaan solusi teknologi, dukungan teknis, edukasi, dan implementasi sesuai ruang lingkup kerja sama.

Kombinasi antara jejaring ekosistem dan infrastruktur teknologi inilah yang menjadi kekuatan utama dari kolaborasi tersebut.

Membangun Creative Cities yang Go Digital

Kolaborasi ini juga membuka ruang pengembangan inisiatif “Creative Cities Go Digital”, sebagai gerakan transformasi digital bagi ekosistem kota dan kabupaten kreatif Indonesia.

Program tersebut dapat mencakup digitalisasi kelembagaan, onboarding identitas digital, aktivasi tanda tangan elektronik, pemanfaatan e-Meterai, digitalisasi dokumen, peningkatan literasi keamanan digital, pendampingan transformasi digital, aktivasi komunitas kreatif, hingga pengembangan pilot project kota/kabupaten kreatif digital.

Melalui pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada level adopsi teknologi, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan digital kota serta kabupaten kreatif di Indonesia.

Pilot project yang dikembangkan di sejumlah kota/kabupaten dapat menjadi ruang untuk menguji model implementasi, mengukur dampaknya, serta menghasilkan pembelajaran yang kemudian dapat direplikasi ke jejaring Creative Cities lainnya. MoU juga membuka ruang untuk onboarding pengguna, aktivasi identitas digital, tanda tangan elektronik, e-Meterai, digitalisasi dokumen, digitalisasi administrasi komunitas, edukasi keamanan digital, serta integrasi dengan platform digital.

Mendorong Digital Trust bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Transformasi digital membutuhkan satu unsur yang sangat fundamental: kepercayaan.

Ketika semakin banyak aktivitas ekonomi kreatif dilakukan secara digital, kebutuhan terhadap identitas yang dapat diverifikasi, dokumen yang dapat dipercaya, proses persetujuan yang sah, serta transaksi yang aman juga semakin penting.

Karena itu, ICCN dan Privy juga membuka ruang pengembangan program edukasi dengan tema “Digital Trust for Creative Indonesia”, yang dapat dilaksanakan melalui ICCN, Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), forum kota/kabupaten kreatif, Creative Center, kampus, komunitas, festival kreatif, conference, roadshow, dan platform digital.

Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai identitas digital, keamanan transaksi, tanda tangan elektronik, e-Meterai, dan pentingnya membangun kepercayaan dalam ekosistem digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat diiringi dengan peningkatan literasi serta kesiapan stakeholder yang menggunakannya.

Festival Mbois sebagai Momentum Kolaborasi Ekosistem

Momentum Festival Mbois 11 – Malang Menyala 2026 dan Malang Creative Connect menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan berbagai stakeholder dalam ekosistem kreatif dan mendorong terjadinya kolaborasi lintas sektor.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Privy sebagai partner strategis ICCN memperlihatkan bahwa pengembangan kota kreatif dan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nyata ekosistem.

Kolaborasi ini menjadi representasi bahwa ketika jejaring kota kreatif, komunitas, pemerintah, industri, institusi pendidikan, dan technology partner bergerak bersama, transformasi digital dapat diterjemahkan menjadi solusi yang lebih konkret: mempermudah kolaborasi, memperkuat tata kelola, mempercepat administrasi, meningkatkan keamanan dokumen, serta membangun kepercayaan dalam setiap interaksi digital.

Lebih jauh, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan model transformasi digital yang dapat direplikasi di berbagai kota dan kabupaten kreatif Indonesia.

Membangun Ekosistem Kreatif yang Siap Terkoneksi

Kerja sama ICCN dan Privy pada akhirnya bukan sekadar tentang penggunaan teknologi tanda tangan elektronik ataupun digitalisasi dokumen. Kolaborasi ini merupakan bagian dari agenda yang lebih besar untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang semakin terkoneksi dan memiliki fondasi digital yang terpercaya.

ICCN menghadirkan kekuatan jejaring, komunitas, kota dan kabupaten kreatif, serta stakeholder ekonomi kreatif. Privy menghadirkan kapabilitas teknologi dalam identitas dan kepercayaan digital. Keduanya dipertemukan dalam satu visi untuk mempercepat transformasi digital yang dapat memberikan manfaat nyata bagi ekosistem.

Dengan fondasi tersebut, setiap kerja sama, dokumen, aktivitas bisnis, kegiatan kreatif, maupun interaksi antar stakeholder dapat diarahkan menuju proses yang lebih digital, efisien, aman, dan terpercaya.

Kolaborasi ICCN dan Privy menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa kota kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh sebagai pusat kreativitas dan inovasi, tetapi juga berkembang sebagai ekosistem yang siap terkoneksi, siap berkolaborasi, dan siap bertransformasi di era digital.

Pada akhirnya, penguatan ekonomi kreatif membutuhkan bukan hanya kreativitas, tetapi juga kepercayaan, konektivitas, dan infrastruktur digital yang mampu menopang pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan.

Check Also

BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation. HGII, KEEN Dan TOBA Jadi Perintis

MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini meluncurkan IDX Green Equity Designation, ini merupakan penetapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *