Home / Otoritas / Bank Indonesia / LPDB Telah Salurkan Dana Bergulir Sebesar Rp 22,13 Triliun Buat 3.909 Koperasi Di Seluruh Indonesia

LPDB Telah Salurkan Dana Bergulir Sebesar Rp 22,13 Triliun Buat 3.909 Koperasi Di Seluruh Indonesia

MarketNews.id-Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sepanjang tahun 2026 ini akan menyalurkan dana bergulir sebesar Rp2, 1 triliun dengan realisasi Rp1,15 triliun atau 54,8 persen per Juli 2026. Sedangkan komposisi pembiayaan tersalurkan 85 persen untuk sektor riil, 15 persen koperasi simpan pinjam dan syari’ah 45 persen dan konvensional sebesar 55 persen.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir ( LPDB ) telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp22,13 triliun sejak berdiri. Pembiayaan itu tersebar ke 3.909 koperasi di seluruh Indonesia.

Direktur Utama LPDB , Krisdianto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan pembiayaan ke koperasi termasuk bagi program strategi nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Di tahun ini saja Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,1 triliun dengan fokus utama ke sektor riil.

“Sesuai arahan Pak Menteri (Menkop Ferry Juliantono) diarahkan kepada koperasi sektor riil. Tapi bukan berarti kami tidak membiayai koperasi simpan pinjam, hanya saja sangat selektif,” ujar Krisdianto dalam keterangannya, Selasa 18 Agustus 2026.

Krisdianto menjabarkan, realisasi penyaluran khusus di tahun ini hingga periode Juli 2026 sebesar Rp1,15 triliun atau 54,80 persen dari target. Capaian ini tumbuh 44,45 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp796,69 miliar.

Ia menuturkan, bahwa komposisi pembiayaan tersebut tersalurkan   sekitar 85 persen untuk sektor riil dan  15 peren untuk koperasi simpan pinjam, dengan porsi syariah 45 persen dan konvensional 55 persen.

Objek utama pembiayaan LPDB mencakup koperasi di sektor pertanian, pangan, dan energi terbarukan, termasuk koperasi tebu, beras, dan sawit, yang menjadi bagian dari program strategis nasional.

“Kami menerapkan bunga 6,5 persen efektif tanpa provisi dan tanpa biaya administrasi. Kalau dibandingkan secara apple to apple dengan perbankan, kami tetap paling murah,” katanya.

Sementara itu Menkop Ferry mengapresiasi kinerja LPDB Koperasi yang telah berkiprah dalam mendukung pengembangan koperasi di Indonesia. Ia berharap LPDB dan mitra – mitranya dapat mendukung layanan pembiayaan mikro bagi masyarakat melalui KDKMP.

“Unit layanan ini sangat diperlukan masyarakat karena selama ini masyarakat di desa-desa atau kelurahan banyak yang terjerumus pada praktek pinjol dan rentenir,” katanya.

Check Also

SeaBank Catatkan Pertumbuhan Kredit 53,1 Persen , Dengan Laba Bersih Rp749,26 Miliar Di Semester I 2026

MarketNews.id- PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank), kembali mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan sepanjang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *