Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PRDL Langsung ARA Saat Listing Perdana. Dongkrak Market Cap Jadi Rp282 Miliar

PRDL Langsung ARA Saat Listing Perdana. Dongkrak Market Cap Jadi Rp282 Miliar

MarketNews.id-PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), emiten pendukung alat kesehatan ini, catatkan langkah awal yang baik. Harga saham PRDL melesat ke batas auto-rejection atas (ARA) ke posisi Rp 162 per saham atau naik 35 persen dari harga penawaran Rp120 per saham. Debut awal perdagangan saham ini mengangkat kapitalisasi pasar menjadi Rp282 Miliar.

Pada pencacatan perdana saham hari ini (9/7), PRDL berhasil menguat optimal ke level 162, sehingga nilai kapitalisasi pasar (market cap) ikut terkerek 34,83 persen menjadi Rp282 miliar dari sebelumnya senilai Rp209,15 miliar.

Hingga pukul 9.15 WIB, nilai transaksi tercatat sebesar Rp24,57 juta, dengan volume transaksi sebanyak 151,7 ribu saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,3 juta kali.

Saat pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), PRDL melepas saham ke publik sebanyak 522,9 juta lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Dengan harga penawaran umum Rp120 per saham, maka perseroan berhasil meraup dana publik di pasar primer mencapai Rp62,75 miliar.

Emiten pemilik brand PROLINE ini menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek pada aksi korporasi ini. Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, entitas usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) ini mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (ESA) sebanyak 25 juta lembar atau setara 4,78 persen dari jumlah saham IPO seharga Rp120 per lembar.

Rencananya, sebesar Rp35,67 miliar dana hasil IPO –setelah dikurangi biaya-biaya emisi– akan dimanfaatkan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Sementara itu, sebesar 28,18 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) PRDL, termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.

Adapun sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku hingga selling and marketing.

Menurut Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, PROLINE merupakan pionir produsen reagen kimia dengan pengalaman produksi selama 14 tahun sejak Agustus 2012.

Saat ini perseroan memiliki lebih dari 1.083 SKU produk aktif, menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota, serta telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan.

Jaringan ini mencakup 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas Kesehatan kabupaten/kota dan sejumlah institusi kesehatan.

Dia optimistis dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional.

Prospek industri alat kesehatan juga dinilai sangat menjanjikan, bahkan pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan Rp244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan yang menjangkau 140 juta penduduk.

“Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau.

Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional,” papar Cristina di Main Hall, Gedung BEI Jakarta hari ini.

Check Also

Astra : Dorong Kolaborasi Anak Muda Dan Desa Sejahtera Astra Nusa Tenggara Barat Lewat Roadshow 17th Satu Indonesia Award 2026

MarketNews.id- Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *