Home / Korporasi / BUMN / FE Unigoro Dan ICCN Gelar Sharing Knowledge, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

FE Unigoro Dan ICCN Gelar Sharing Knowledge, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

MarketNews.id— Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerja sama dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menyelenggarakan kegiatan Sharing Knowledge bertajuk pengembangan ekonomi kreatif dan pembangunan ekosistem kota kreatif di Hall Suyitno Unigoro, Kamis (19/6).

Kegiatan ini menghadirkan para pelaku, penggerak, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai sektor untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam membangun ekonomi berbasis kreativitas.

Dalam forum tersebut, Ketua Harian ICCN, Vicky Arief H., menyoroti pentingnya diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Kabupaten Bojonegoro perlu mulai memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai alternatif pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam, khususnya minyak dan gas.

“Sudah saatnya daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam yang sifatnya terbatas dan tidak terbarukan. Banyak daerah telah berhasil bertransformasi menjadi ekonomi berbasis kreativitas, budaya, dan inovasi.
Bojonegoro memiliki modal yang kuat untuk melakukan hal serupa melalui pengembangan kuliner, kerajinan, pariwisata, hingga berbagai festival berbasis budaya lokal,” ujarnya.

Vicky menambahkan bahwa kreativitas masyarakat, kekayaan budaya, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan aset strategis yang dapat diolah menjadi sumber nilai tambah ekonomi baru bagi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif ICCN, Mario Devys, menjelaskan bahwa konsep kota kreatif tidak hanya identik dengan penyelenggaraan festival atau kehadiran karya seni di ruang publik. Lebih dari itu, kota kreatif merupakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sebagai contoh, Mario mengangkat pengalaman Kota Malang yang berhasil memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia pada kategori Media Arts.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak yang didukung oleh arah kebijakan yang jelas dan berkelanjutan.

“Ekonomi kreatif akan tumbuh optimal ketika pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media bergerak bersama dalam satu visi pembangunan yang didukung regulasi serta fasilitas yang memadai,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Festival dan Aktivasi ICCN, Aditya Bayu S., menekankan bahwa festival dapat menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Kehadiran festival tidak hanya memberikan ruang ekspresi budaya, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat, pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman, hingga sektor pariwisata.

Menurut Aditya, festival perlu dipandang sebagai investasi pembangunan daerah karena memiliki potensi untuk berkembang menjadi identitas sekaligus daya tarik utama sebuah wilayah.

“Festival yang dikelola secara berkelanjutan mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat citra daerah. Kita bisa melihat bagaimana Grebeg Suro di Ponorogo berkembang menjadi salah satu ikon budaya yang dikenal luas,” katanya.

Melengkapi diskusi tersebut, Ketua Bojonegoro Creative Network sekaligus Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bojonegoro, M. Alfian, mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif dan mengembangkan potensi budaya lokal sebagai keunggulan kompetitif daerah.

Ia menilai bahwa kekuatan budaya Bojonegoro merupakan identitas yang dapat menjadi pembeda dibandingkan daerah lain. Oleh karena itu, keterlibatan anak muda dalam proses aktivasi ruang publik, pengembangan komunitas, serta penciptaan karya kreatif menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bojonegoro.

Kegiatan Sharing Knowledge FE Unigoro dan ICCN ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

Check Also

Panda Bond Yang Akan Diterbitkan RI  Didukung Bank Sentral China Dan Pemerintah China

Hallobisnis-Pemerintah China dan People’s Bank of China (PBOC) memberikan Dukungan Kuat terhadap rencana penerbitan perdana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *