Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / EBA Belum Bisa Jadi Underlying Repo BI Karena Likuiditasnya Masih Kecil

EBA Belum Bisa Jadi Underlying Repo BI Karena Likuiditasnya Masih Kecil

MarketNews.id-EBA belum bisa jadi underlying repo BI karena volume dan Likuiditasnya masih kecil. Seperti diketahui, nilai tukar EBA di pasar per Juni 2025 baru mencapai Rp2,4 Triliun, jauh dibawah instrumen surat utang lainnya. Tapi opsi penambah instrumen EBA menjadi underlying repo BI tetap terbuka meskipun saat ini belum dapat dilakukan.

Upaya PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memperdalam pasar keuangan nasional khususnya untuk mendukung pembiayaan sekunder terhadap sektor perumahan/ properti belum akan berhenti.

Jika saat ini surat utang (obligasi/ sukuk) yang diterbitkan SMF dapat menjadi underlying transaksi Repo BI, ke depan ada potensi untuk menambah opsi underlying repo BI dari instrumen sekuritisasi aset atau Efek Beragun Aset (EBA).

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo menjelaskan bahwa opsi penambahan instrumen EBA menjadi underlying repo BI tetap terbuka meskipun saat ini belum dapat dilakukan. Hal ini karena volume dan nilai dari EBA terutama yang ditangani SMF masih terlalu kecil dibandingkan dengan instrumen surat utang lainnya.

Bahkan di pasar, transaksi EBA juga tergolong masih rendah dimana data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) per Juni 2025, nilai EBA yang beredar di pasar hanya mencapai Rp2,4 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan jenis surat berharga lainnya seperti obligasi, sukuk, maupun medium-term notes (MTN).

“Jadi gini, sekuritisasi itu di diskusi awal mau juga direpokan sama BI, tetapi karena volume dan liquidity yang sekuritisasi ini kan sudah sedikit di market,” ujar Heliantopo dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Dengan nilai transaksi yang masih terlalu kecil tersebut menjadikan instrumen EBA belum dapat memenuhi kriteria atau standar dari Bank Indonesia (BI) untuk menjadi jaminan dari transaksi repo. Nilai-nilai transaksi dan volume yang masih kecil ini menjadikan EBA sebagai instrumen yang tidak liquid.

Heliantopo menambahkan, peluang EBA untuk dapat direpokan tetap terbuka di masa mendatang. SMF berharap nilai sekuritisasi dapat meningkat signifikan sehingga memenuhi ambang batas volume yang dipersyaratkan BI.

“Nanti harapannya, ketika sekuritisasi volumenya besar katakanlah 10 triliun outstandingnya, baru akan kita sampaikan lagi ke BI,” ucapnya.”

Check Also

BI : Aktivitas Manufaktur Masuk Fase Ekspansif Dengan PMI Di Level 52,03 Persen Di Triwulan I 2026.

MarketNews.id- Aktivitas sektor manufaktur dalam tiga bulan pertama tahun ini masuk dalam fase ekspansif. Industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *