Marketnews.id Emiten produsen semen termasuk emiten yang sudah mulai bangkit dalam setahun terakhir ini. PT Semen Baturaja Tbk telah membalikan kerugian menjadi keuntungan dalam semester pertama tahun 2021. Mulai marak nya pembangunan proyek infrastruktur dan properti yang mulai tumbuh menjadi faktor emiten ini berhasil meraih laba bersih sepanjang semester pertama tahun ini.
Semen Baturaja Tbk (SMBR) mencatatkan volume penjualan semen 850.484 ton pada semester I-2021, naik 14% dibandingkan 746.612 ton pada semester I-2020. Sejalan dengan itu, kinerja keuangan Baturaja berbalik menjadi laba alias untung Rp 2,65 miliar dari posisi rugi Rp 137,62 miliar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Baturaja, M Jamil mengungkapkan, penjualan masih didominasi penjualan semen kantong sebesar 91%, sisanya dikontribusi penjualan semen curah. Berdasarkan daerah, penjualan tertinggi tetap diperoleh dari wilayah Sumatera Selatan dan Lampung masing-masing 470.477 ton dan 285.598 ton.
“Pertumbuhan penjualan paling tinggi terjadi di wilayah pemasaran Kalimantan Barat, naik 100% menjadi 1.500 ton dan Bengkulu yang meningkat 66% menjadi 30.327 ton,” kata Jamil dalam Public Expose live 2021 , di Jakarta, Selasa,7 September 2021.
Lebih jauh M. Jamil menjelaskan, torehan tersebut secara positif mampu meningkatkan pendapatan perseroan sebesar Rp 763,63 miliar, naik 14% dibandingkan Rp 671,82 miliar pada semester I-2020.
“Kami harapkan permintaan naik mengingat adanya sejumlah proyek strategis nasional di wilayah Sumatera bagian selatan sebagai pasar utama Semen Baturaja,”ujar dia.
Menurut M Jamil, penjualan selama Agustus 2021 juga lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Ini meyakinkan kami bahwa permintaan semen di Sumatera Selatan kuartal III dan IV tumbuh sesuai prediksi kondisi ekonomi,” tutur dia.
Dengan pencapaian tersebut, kata Jamil, kinerja keuangan Baturaja pada semester I-2021 berbalik menjadi laba Rp 2,65 miliar dari posisi rugi Rp 137,62 miliar pada semester I-2020. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga melonjak 227% menjadi Rp 196,19 miliar dari sebelumnya Rp 60 miliar.
Peningkatan EBITDA diiringi peningkatan margin EBITDA menjadi 26% dari posisi hanya 9% secara tahunan ( year on year /yoy).
“Sejalan dengan pertumbuhan yang positif dari sisi volume penjualan dan pendapatan serta menurunnya beban pokok penjualan dan beban usaha, SMBR berhasil mencatatkan laba bersih dan EBITDA yang naik signifikan dibandingkan semester I-2020,” papar dia.
Jamil mengemukakan, posisi kas dan setara kas pun meningkat menjadi Rp 446,37 miliar pada semester I-2021, melesat 637% dari Rp 70,08 miliar di semester I-2020. Total aset pun meningkat menjadi Rp 5,75 triliun dengan total kewajiban yang naik menjadi Rp 2,35 triliun. Sedangkan total ekuitas turun tipis menjadi Rp 3,4 triliun.
Dia menambahkan, hingga Juni 2021, perseroan sudah merealisasikan 28% belanja modal ( capital expenditure / capex ) dari anggaran yang disiapkan tahun ini sebesar Rp 84,9 miliar. Capex akan dialokasikan antara lain untuk investasi di pemasaran digital dan mendukung operasional perseroan.
Jamil yakin kenaikan harga batu bara yang merupakan bahan baku semen tidak akan mengganggu kinerja perseroan hingga akhir tahun ini. Sebab, selain membeli dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Semen Baturaja mendapatkan batu bara dari pemasok lokal yang harganya tidak mengikuti harga batu bara dunia.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal