MarketNews.id-Bank Central Asia (BBCA) akan menebar dividen tengah tahun atau interim senilai Rp50 per lembar, atau total nilai pembayaran Rp6,163 triliun.
Mengacu harga saham bank milik grup Djarum pada perdagangan bursa pukul 14.05 WIB, Selasa 12 November 2024 di level Rp10.175 per lembar, maka yield dividen sebesar 0,49 persen.
Investor yang berminat akan dividen interim BBCA, wajib tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) penutupan bursa tanggal 20 November 2024, atau cum dividen pasar negosiasi dan reguler.
Sedangkan cum dividen pasar tunai jatuh pada penutupan bursa tanggal 22 November 2024.
BBCA akan mengirim dividen tunai ke Rekening Dana Nasabah(RDN) investor pada tanggal 11 Desember 2024.
Bila melihat komposisi pemegang saham, maka perusahaan investasi milik Hartono Bersaudara yakni Dwimuria Investama Andalan akan menerima Rp3,386 triliun.
Rencana tersebut hasil keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris BBCA pada tanggal 8 November 2024 dengan berlandaskan kinerja 9 bulan 2024.
Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja melaporkan laba bersih BBCA dan entitas anak tumbuh 12,8 persen secara tahunan menjadi Rp41,1 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2024.
Sehingga saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaanya menjadi Rp232,3 triliun atau bertambah 5,9 persen dibanding akhir tahun 2023.
Pada saat yang sama ekuitas terbilang Rp255,96 triliun, atau meningkat 5,3 persen dibanding akhir tahun 2023.
Abdul Segara