MarketNews.id Ashmore mencatat, pekan ini Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih rendah dari pekan sebelumnya. Utamanya didorong oleh sektor Bahan Dasar dan Transportasi & Logistik, yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar -3,37 persen dan -3,17 persen terhadap indeks.
Kita juga melihat tingkat pertumbuhan ekonomi kuartalan terendah di AS dalam hampir dua tahun terakhir. Sementara itu pasar memperkirakan penurunan suku bunga yang lebih sedikit pada akhir tahun 2024.
Saat laporan ini ditulis, pasar masih menantikan rilis data inflasi PCE inti AS yang menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan suku bunga The Fed. “Sementara itu, kami melihat adanya ekspansi pada tingkat produksi komposit Kawasan Eropa seiring dengan peningkatan indikator konsumen Jerman, yang mungkin menunjukkan potensi pemulihan di Eropa,” tulis Ashmore.
Ashmore menyoroti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia minggu ini yang cukup mengejutkan pasar. Bank sentral mengambil langkah pre-emptive dengan tujuan untuk melindungi Rupiah, di tengah meningkatnya risiko eksternal seperti ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi.
“Langkah Bank Indonesia ini menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar mata uang Rupiah yang melemah menjadi sekitar 16.200 dari 15.400 di awal tahun,” sebut Ashmore.
Dengan tingkat inflasi yang relatif stabil, suku bunga riil Indonesia telah mencapai 3,2 persen tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Ashmore berpendapat, hal ini dapat menarik investasi asing ke Indonesia jika suku bunga riil dapat dipertahankan.
Namun demikian, Ashmore mengingatkan, bahwa kita terus melihat adanya gangguan global akibat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah serta biaya transportasi yang lebih mahal untuk barang.
Oleh karena itu, “Kami merekomendasikan untuk tetap melakukan diversifikasi di antara saham dan pendapatan tetap untuk mendapatkan keuntungan dari pivot yang diantisipasi pada suku bunga meskipun waktunya yang tertunda dengan ukuran pemotongan yang lebih kecil,” ungkap Ashmore.
Untuk reksa dana saham, Ashmore merekomendasikan ASDN (1Y 2,28% per 25 Apr 2024) dan ADEN (1Y -0,92% per 25 Apr 2024). Sedangkan untuk reksa dana pendapatan tetap, Ashmore merekomendasikan ADON (1Y 1,82% per 25 Apr 2024) dan ADUN (1Y – 1,04% per 25 Apr 2024).