Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank Neo Commerce Tbk Dapat Restu OJK Rights Issue 2,61 Miliar Saham Baru Dengan Harga Rp650 Per Saham

Bank Neo Commerce Tbk Dapat Restu OJK Rights Issue 2,61 Miliar Saham Baru Dengan Harga Rp650 Per Saham

MarketNews.id Bank Neo Commerce Tbk (BNC/BBYB) telah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran terbatas maksimal sebanyak 2,61 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 650 per lembar. Jumlah dana yang diraihpun berkurang dari rencana awal Rp 5 triliun menjadi Rp1, 7 triliun. Pemegang saham utama sepakat membeli semua saham baru sesuai porsi masing-masing.

PT Bank Neo Commerce Tbk/BNC (BBYB) telah resmi mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue.

Rencananya, melansir keterangan perseroan di Jakarta, Jumat 11 November 2022, BNC akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,61 miliar saham baru, dengan setiap pemegang 18 lembar saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per tanggal 22 November 2022, berhak memperoleh 5 HMETD.

Adapun, satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp650 per saham, sehingga jumlah dana yang akan diterima oleh BNC sebesar Rp1,7 triliun.

Dalam prospektus yang diterbitkan, pemegang saham utama BNC, yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Gozco Capital dan Rockcore Financial Technology Co.Ltd akan melaksanakan secara penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya.

Adapun, beberapa tanggal penting dalam right issue BBYB antara lain, tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 November 2022, bersamaan dengan periode perdagangan HMETD yang berlangsung pada 24 – 30 November 2022.

Sedangkan akhir pembayaran pemesanan tambahan pada 2 Desember 2022, dengan tanggal penjatahan pada 5 Desember 2022, dan tanggal pengembalian uang pemesanan pada 7 Desember 2022.

“Kami memutuskan untuk mengubah target perolehan dana dari perhelatan rights issue kami kali ini, yang awalnya sebesar Rp5 triliun menjadi Rp1,7 triliun. Angka ini sementara kami nilai sangat cukup untuk menjadi fuel bagi BNC dalam mengeksekusi milestones yang sudah kami rencanakan ke depannya,” ujar Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan.

Menurutnya, rights issue akan meningkatkan kapasitas pendanaan BNC untuk pengembangan bisnis perusahaan sehingga kinerja perusahaan diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan.

“Pelaksanaan right issue merupakan bentuk komitmen perseroan untuk selalu mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk dalam pemenuhan modal inti. Dan target jumlah perolehan dana Rp1,7 triliun tersebut akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal inti dan sebagai modal kerja pengembangan usaha perseroan,” ujar Tjandra.

Check Also

Bank BCA Akhirnya Siapkan Dana Rp1 Triliun Buat Buyback Sahamnya Dari Pasar

MarketNews.id- Bank Central Asia (BBCA), alokasikan kas sebesar Rp1 triliun guna mewujudkan terciptanya kegiatan pasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *