Marketnews.id Mulai membaiknya perekonomian di kuartal pertama tahun ini, ditandai dengan semakin tipisnya kontraksi yang terjadi. Kuartal pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi sebesar 0,74 persen, jauh lebih baik dibanding kontraksi yang terjadi pada kuartal sebelumnya. Dengan asumsi beberapa indikator makro lainnya, Pemerintah optimistik pada kuartal kedua tahun ini ekonomi akan tumbuh hingga 7 persen. Sementara dari sektor perbankan, hingga akhir 2021 pertumbuhan kredit nasional diperkirakan akan tumbuh sekitar 5 persen.
Memasuki kuartal II 2021, pertumbuhan ekonomi telah menunjukkan tren perbaikan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memprediksi pertumbuhan kredit perbankan nasional pada tahun ini mencapai 5% secara year on year (YoY).
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, dalam Media Gathering Virtual Economic Outlook & Industri Kuartal II 2021 yang digelar Rabu (19/5), menjelaskan tingkat kepercayaan masyarakat mulai pulih di bulan Maret-April 2021. Hal dipengaruhi beberapa faktor seperti menurunnya jumlah kasus Covid-19 harian serta perkembangan proses vaksinasi.
“Indeks keyakinan konsumen pada bulan April 2021 untuk pertama kalimya dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi sudah optimis. Hal itu pula, yang memicu terjadinya peningkatan belanja konsumen terutama pada periode menjelang perayaan Libur Lebaran 2021,” kata Panji.
Di samping itu, Panji menambahkan kebijakan moneter juga masih akomodatif dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) juga telah menurunkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (7DRR) ke level terendah sepanjang sejarah 3,5% untuk memicu pemulihan ekonomi.
“Berbagai kebijakan stimulus fiskal, moneter dan makroprudensial juga telah dilakukan seperti pembebasan PPn di sektor otomotif, pelonggaran aturan Loan to Value Ratio (LTV) bagi perbankan untuk memacu pertumbuhan kredit,” ujar Panji.
Lebih jauh Panji menambahkan, digitalisasi sektor pembayaran juga terus ditingkatkan untuk menunjang pola hidup kenormalan baru yang sangat bergantung pada sistem dan transaksi online. Melihat pertumbuhan yang semakin optimis, Panji menilai intermediasi perbankan akan membaik di tahun ini, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. “Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 4,4%, kami melihat pertumbuhan kredit akan membaik sekitar 5%,” jelas Panji.
Sebelumnya, kinerja Bank Mandiri pada kuartal I 2021 terus membaik dengan kualitas yang terjaga. Secara konsolidasi, total aset Bank Mandiri mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 20% secara yoy dengan kualitas yang terjaga. Kredit Bank Mandiri secara ending balance bertumbuh sebesar 9,1% yoy, sedangkan secara average balance, kredit tumbuh 8,1% yoy.
Di sisi lain, DPK tumbuh cukup tinggi mencapai 25,5% yoy, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK industri perbankan yang sebesar 9,5% yoy.
“Kami cukup optimis bahwa kinerja Bank Mandiri akan terus membaik di tahun 2021, didorong oleh perbaikan ekonomi nasional yang terus berlanjut dan juga perbaikan kinerja industri perbankan secara keseluruhan,” tutup Panji.