Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pefindo : Beri Rating idAA- Buat PT Bumi Serpong Damai

Pefindo : Beri Rating idAA- Buat PT Bumi Serpong Damai

Marketnews.id Kinerja usaha yang relatif stabil pada PT Bumi Serpong Damai (BSDE), membuat Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA- buat obligasi berkelanjutan II-2016 yang akan jatuh tempo pada Juni 2021. Bagaimanakah obligasi lainnya yang dikeluarkan oleh BSDE.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA- (Double A Minus) untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) maupun Obligasi Berkelanjutan II-2016 yang akan jatuh tempo pada 16 Juni 2021 senilai Rp625 miliar.


Menurut analis Pefindo, Samgar Effember, BSDE kembali mendapatkan peringkat idAA- untuk periode 9 Maret 2021-1 Maret 2022. Selain itu, peringkat yang sama juga ditetapkan untuk Obligasi Berkelanjutan II-2016 Seri B dan Seri A yang akan jatuh pada 16 Juni 2021 sebesar Rp625 miliar.


” BSDR telah menyediakan dana sebesar Rp625 miliar dalam bentuk cash per posisi Desember 2020. Prospek atas peringkat perusahaan adalah Stabil,” kata Samgar di Jakarta, Jumat (12/3).


Dia menyebutkan, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi (AAA) dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Sedangkan, tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.


Pefindo menilai, peringkat terhadap BSDE tersebut mencerminkan posisi bisnis perseroan yang sangat kuat di industri properti, produk properti yang beragam dan cakupan area yang luas, serta likuiditas yang kuat.


Adapun faktor-faktor yang membatasi peringkat BSDE adalah, melemahnya profil keuangan dengan risiko terkait konstruksi jalan tol Serpong-Balaraja dan tingginya ketergantungan pada penjualan properti yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.


Pefindo bisa menaikkan peringkat BSDE, jika perusahaan secara konsisten mencapai target pertumbuhan pendapatan dari ekspansi bisnis dan mengadopsi leverage keuangan yang lebih konservatif.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika pendapatan atau EBITDA lebih rendah dari target atau leverage keuangan menjadi lebih agresif akibat ekspansi yang didanai utang.

Check Also

Nusantara Infrastructure (META) Raih Laba Bersih Rp 331 Miliar, Naik 240 Persen Di 2024

MarketNews.id–  Nusantara Infrastructure (META), mengalami penyusutan pendapatan konsolidasi turun sedalam  68 persen secara tahunan menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *