MarketNews.id-Ekonomi digital akan jadi pilar utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen di 2027.
Dasar dari optimistik diatas, lantaran Pemerintah telah menyasar investasi sekitar Rp 2.258 triliun dengan laju pertumbuhan 8-9 persen melampaui PDB.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi pilar utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027, dengan target penanaman modal mencapai Rp2.258 triliun dan laju investasi harus tumbuh 8 hingga 9 persen melebihi PDB.
Target pertumbuhan ekonomi 2027: 6 persen. Dengan
Investasi yang dibidik: Rp2.258 triliun dengan laju 8-9 % melampaui PDB.
Nilai GMV ekonomi digital nasional 2025: mendekati USD100 miliar.
Pasar e-commerce diproyeksikan menjadi USD71 miliar dengan pertumbuhan >14 %.
Target transaksi Harbolnas akhir 2026: Rp40 triliun.
Ekonomi digital dipilih karena memiliki potensi nilai transaksi bruto yang hampir mencapai USD100 miliar pada 2025, menandakan ruang pertumbuhan yang signifikan.
Sektor ini didukung oleh ekosistem yang meliputi talenta digital, semikonduktor, dan data center, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Data IDX Channel menambahkan bahwa akumulasi pengguna QRIS telah melampaui 65,77 juta orang dengan dukungan lebih dari 44,86 juta merchant, mencerminkan adopsi pembayaran digital yang luas.
Pertumbuhan e-commerce yang diproyeksikan menjadi USD71 miliar dengan laju lebih dari 14 % memperkuat peran sektor ini dalam meningkatkan output domestik. Karena digitalisasi merangsang permintaan barang dan jasa bernilai tambah, pemerintah menilai bahwa penguatan sektor ini akan mempercepat pencapaian target pertumbuhan nasional.
Bagaimana Target Investasi Rp2.258 Triliun Diharapkan Mendorong Pertumbuhan 6 persen pada 2027?
Investasi sebesar Rp2.258 triliun diharapkan menciptakan kapasitas produksi dan layanan digital yang dapat mendongkrak PDB di atas target 6 %.
IDX Channel mencatat bahwa kapasitas pusat data yang beroperasi saat ini mencapai 600-700 MW, dengan proyek dalam jalur pembangunan senilai USD15-20 miliar (sekitar 1,3 GW).
Selain itu, NVIDIA sedang menyiapkan investasi sekitar USD4,5 miliar (~Rp80,1 triliun) untuk pusat data di Batam, yang akan memperkuat infrastruktur komputasi awan.
Penanaman modal tersebut diharapkan meningkatkan laju pertumbuhan investasi tahunan sebesar 8-9 %, melampaui pertumbuhan PDB, sesuai dengan pernyataan Menko Airlangga.
Dengan dukungan sektor digital, produktivitas tenaga kerja diharapkan naik, memberi dampak positif pada ekspor nilai tambah dan, secara keseluruhan, memacu ekonomi ke level pertumbuhan 6 % yang ditargetkan.
Pengembangan infrastruktur digital menghadapi tantangan keamanan siber serta kebutuhan kapasitas yang cepat berkembang.
Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) membentuk gugus tugas untuk migrasi ke kriptografi tahan kuantum (Post-Quantum Cryptography) guna melindungi transaksi digital yang mencapai 12,99 miliar pada kuartal III 2025.
Di tingkat regional, perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement ( DEFA ) akan ditandatangani pada November 2026, yang diproyeksikan menggandakan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun pada 2030, memberikan peluang pasar lintas-batas.
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan sinergi antara lembaga, pelaku usaha, dan akademisi untuk memastikan talenta digital yang berkualitas, sebagaimana disampaikan dalam keduanya sumber.
Dengan langkah-langkah ini, tantangan infrastruktur diharapkan dapat diatasi, memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital dan mendukung realisasi target makroekonomi 2027.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal