MarketNews.id-Kinerja PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), sepanjang Januari-September 2025 catatkan kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar USD126,64 Juta Naik dari USD98,24 Juta tahun 2024 lalu.
Meskipun ADRO catat kinerja positif, tapi jumlah pemegang saham perseroan justru alami penurunan sebanyak 15.184 pihak per Akhir Oktober 2025. Bagaimana profil pemegang saham ADRO hingga akhir Oktober lalu.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham perseroan per 31 Oktober 2025. Total pemegang saham alias investor ADRO menyusut.
Berdasarkan laporan per akhir Oktober itu, tercatat jumlah pemegang saham ADRO jadi 204.733 pihak. Berkurang 15.184 pihak dari bulan sebelumnya, yang saat itu mencapai 219.917 pemegang saham.
Jumlah terbanyak adalah investor perorangan nasional yang sebesar 203.636 pihak. Dan penguasaannya tembus 28,91 persen saham ADRO. Kemudian ada 468 perseroan terbatas nasional yang menggenggam total 58,674 persen saham ADRO.
Lalu pemegang saham ADRO yakni 36 dana pensiun nasional, 16 yayasan, serta 8 koperasi dengan porsi masing-masing 0,302 persen, 0,040 persen, dan 0,003 persen.
Selain itu, 354 badan usaha asing memiliki 12,06 persen saham ADRO. Serta 214 perorangan asing menggenggam 0,037 persen saham ADRO.
Pengendali ADRO adalah PT Adaro Strategic Investments yang memiliki 47,79 persen saham ADRO, serta Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mempunyai 6,726 persen saham ADRO.
Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO) ditutup naik 1,30 persen ke Rp 1.945 pada perdagangan Jumat (7/11/2025). Dalam sebulan terakhir, saham ini menguat 17,52 persen.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 301,59 juta (sekitar Rp 5 triliun) dalam periode Januari-September 2025
Angka laba bersih melemah dibandingkan US$ 1,18 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Tapi untuk kuartal III-2025 saja, ADRO mencetak laba bersih U$ 126,64 juta (Rp 2,1 triliun). Meningkat dibandingkan kuartal II-2025 saja sejumlah US$ 98,24 juta (Rp 1,6 triliun).
Selain itu jika dilihat dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk operasi yang dilanjutkan, perbandingan penurunannya untuk periode 9 bulan tak terlalu signifikan. Yakni dari US$ 462,82 juta pada 9 bulan 2024 ke US$ 301,59 juta di 9 bulan 2025.
Sebagaimana diketahui, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) yang dahulu bernama PT Adaro Energi Indonesia Tbk telah melakukan spin off bisnis batu bara termal pada akhir 2024. Kini ADRO fokus ke bisnis batu bara metalurgi dan mineral – melalui PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) – hingga energi baru terbarukan (EBT).
Sepanjang Januari-September 2025, ADRO membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 1,34 miliar. Lebih kecil dari US$ 1,54 miliar di 9 bulan 2024. Sedangkan beban pokok pendapatan malah naik dari US$ 875,55 juta ke posisi US$ 884,65 juta.
Hasilnya, emiten terafiliasi Boy Thohir ini mencetak laba bruto US$ 463,51 juta per akhir September tahun ini. Ketimbang raihan di Januari-September 2024 yang tercatat mencapai US$ 673,48 juta.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal