Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / CBRE Siap Gelar Right Issue, Maksimal 48 miliar Lembar Saham Baru dengan Dua Investor Baru

CBRE Siap Gelar Right Issue, Maksimal 48 miliar Lembar Saham Baru dengan Dua Investor Baru

MarketNews.id-Right Issue jadi pilihan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), untuk menambah modal usaha perseroan lewat penerbitan saham baru maksimal sebanyak-banyaknya 48 miliar lembar saham.

Aksi korporasi ini harus lewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 18 Desember 2025 mendatang.
Untuk melancarkan proses penambahan modal ini perseroan telah mengundang dua calon investor strategis sebagai calon pembeli siaga right issue ini.

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias  rights issue .

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan mengundang dua calon investor baru, Hilong dan Yafin Tandiono Tan.

CBRE bakal menerbitkan maksimal 48 miliar saham baru dengan potensi dilusi hingga 91,36 persen. Perseroan juga akan menerbitkan prospektus yang mengatur teknis  rights issue,  sedangkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan rights issue  akan dilaksanakan pada 18 Desember 2025.

Direktur Utama CBRE, Suminto mengatakan, pelaksanaan  rights issue  ini merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur permodalan.

“Selain itu, CBRE juga akan memiliki dua calon investor strategis yang berasal dari sektor EPCI ( Engineering, Procurement, Construction and Installation ) dan T&I ( Transportation & Installation ) yang akan memperkuat posisi CBRE sebagai penyedia layanan pendukung industri energi nasional dan regional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin 10 November 2025.

Dalam rights issue ini, perseroan memuat opsi konversi utang menjadi saham ( debt to equity swap ) terkait  Promissory Notes  senilai USD55 juta.

Dalam surat utang tersebut, pihak yang terlibat yakni Hilong Shipping Holding Limited USD25 juta dan Yafin Tandiono Tan senilai USD30 juta.

Yafin memberikan utang melalui tiga pihak, yakni individu (USD11 juta), PT Saga Investama Sedaya (USD12,5 juta) dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (USD6,5 juta).

Pada 10 November 2025, perseroan menerima Surat Pemberitahuan Konversi dari masing-masing pihak. Mereka memastikan akan memilih opsi melakukan konversi pinjaman menjadi saham berdasarkan Perjanjian  Promissory Note  tersebut.

CBRE berencana menggunakan seluruh dana hasil PMHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk pembayaran atas sebagian utang perseroan, modal kerja, dan penambahan armada.

Adapun detail dari rencana penggunaan dana  rights issue  akan diungkapkan dalam Prospektus yang akan diterbitkan kemudian.

Tentunya, buat pemegang saham perseroan harus menunggu berapa harga right issue yang akan ditawarkan kepada investor. Apalagi Dilusi yang bakal terjadi bila tidak menggunakan haknya mencapai 91,36 persen.

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *