Home / Korporasi / BUMN / Kinerja TLKM Melemah, Jadi Perhatian Investor

Kinerja TLKM Melemah, Jadi Perhatian Investor

MarketNews.id-Investor kini mulai mencecar manajemen Telekomunikasi Indonesia( TLKM) atau Telkom  karena tekanan kinerja keuangan yang menurun bekalangan ini.

Menanggapinya, Direktur Strategic Business Development & Portfolio TLKM, Seno Soemadji mengungkapkan bahwa tekanan kinerja keuangan itu dipicu oleh 3 faktor.

Pertama, lini usaha selular tertekan akibat menurunnya kontribusi jasa layanan telekomunikasi suara dan pesan singkat.

Kedua, IndiHome tertekan daya beli dan migrasi pola konsumsi dari 3P (Fixed Line, TV, Internet) menjadi 1P (Internet) turut mempengaruhi penurunan ARPU broadband. Tapi dia bilang jumlah pelanggan terus bertambah.

Ketiga, dia menilai adanya tekanan dari daya beli masyarakat melemah terutama di segmen menengah ke bawah, sehingga konsumsi telekomunikasi tertahan.

Namun Seno menyatakan kompetisi menjadi semakin sehat dan efisiensi biaya mulai terlihat hasilnya dan akan terus berlanjut  semenjak paruh kedua tahun 2025.

“ Dengan langkah-langkah tersebut, kami optimis pendapatan dan laba akan kembali tumbuh lebih sehat ke depan,” kata dia dan PE LIVE pada pekan lalu dikutip, Selasa 16 September 2025.

Senada,  Wakil Direktur Utama TLKM, Muhammad Awaluddin mengakui  Kinerja Semester I/2025 memang menunjukkan adanya beberapa tekanan. Tapi dia masih menilai fundamental Telkom tetap solid.

“Kami melihat ruang perbaikan pada Semester II, sehingga secara keseluruhan tahun ini kami menargetkan pertumbuhan pendapatan relatif flat dengan margin EBITDA yang diupayakan tetap terjaga di sekitar 50 persen,” beber dia dalam acara yang sama.

Awaluddin bilang, terus mencermati dinamika pasar dan kondisi makroekonomi, sambil mengoptimalkan pertumbuhan layanan digital, enterprise, serta efisiensi biaya sebagai pendorong utama.

Seperti diketahui, TLKM mengalami penyusutan pendapatan sedalam 2,6 persen secara tahunan menjadi Rp73,004 triliun pada akhir Juni 2025.

Senasib, laba bersih turun 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp10,9 triliun pada semester I 2025.

Abdul Segara

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *