Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Emiten Bermasalah Ternyata Masih Ada Peminatnya

Emiten Bermasalah Ternyata Masih Ada Peminatnya

MarketNews.id- Investor Tiongkok tergolong rajin mengakuisisi emiten emiten “bermasalah” untuk dijadikan kendaraan bisnisnya di Indonesia.

Terbaru, Jinlong Resources Invesment mengumumkan akan beli 627 juta lembar atau 48,07 persen dari total saham Hotel Fitra International (FITT) milik  Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto dan Richard Suwandi Lie.

Direktur Jinlong Resources Invesment, Gao Jinliang menyatakan negosiasi dilakukan secara langsung  dengan Penjual.

“Penyelesaian Rencana Pengambilalihan akan tunduk pada hasil uji tuntas,” tulis Gao dalam keterangan resmi dikutip, Senin 15 September 2025.

Ia melanjutkan, transaksi ini dapat dilaksanakan setelah mencapai kesepakatan final tentang seluruh hal terkait aspek usaha, komersial, finansial, pajak dan legal, serta telah dipenuhinya seluruh syarat-syarat pendahuluan.

Jika transaksi ini rampung, Jinlong akan mengembangkan bisnis dan memperbesar investasinya di Indonesia. Selain itu, investor publik FITT dapat mengikuti penawaran tender wajib yang dilakukan oleh Jinlong.

Padahal FITT tergolong emiten dengan kondisi kelangsungan usaha yang meragukan. Hal itu tersingkap dari laporan keuangan tahun 2024 telah audit.

Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan FITT tahun 2024 memberi catatan hal audit utama pada pengakuan manajemen FITT akan indikasi kelangsungan usaha perseroan.

Pasalnya, FITT mengalami kerugian berturut turut sehingga mengalami defisit sedalam Rp45,7 miliar atau setara 37,14 persen dari modal disetor per 31 Desember 2024.

“Kami fokus pada area ini karena terdapat indikasi ancaman kelangsungan usaha perusahaan yang belum dapat diantisipasi dan diambil langkah langkah perbaikan kinerja yang tepat terbukti masih terjadinya kerugian berturut-turut,” tulis Dulgani dari Kantor Akuntan Publik Suhartati & Rekan.

Sebenarnya, manajemen FITT telah menyusun rencana untuk mempertahankan kelangsungan usaha selama tahun 2025 seperti melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk membuat event-event misalnya pernikahan dan arisan yang menghasilkan pendapatan.

Langkah berikutnya, manajemen FITT akan menindaklanjuti perizinan dengan izin travel haji dan umroh di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka untuk melengkapi izin-izin yang sudah diperoleh seperti NIB dan TDP.

Hanya saja  kinerja  keuangan emiten hotel itu belum juga keluar dari zona merah. FITT masih mencatatkan rugi Rp4,4 miliar per 30 Juni 2025.

FITT boleh merugi menahun, tapi investor punya pandangan lain. FITT telah naik 1.291 persen sejak IPO. Sedangkan dalam 3 bulan bursa, FITT naik 184,01 persen.

Berdasarkan data idxmobile, FITT bergerak dari harga terendah di Rp163 per lembar hingga tertinggi pada level Rp835 per helai dalam 3 bulan bursa.  

Abdul Segara 

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *