Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Maybank Indonesia Raih Laba bersih Rp562 Miliar Di Kuartal I 2022

Maybank Indonesia Raih Laba bersih Rp562 Miliar Di Kuartal I 2022

Marketnews.id PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) catat kinerja positif sepanjang kuartal pertama tahun ini. Laba sebelum pajak naik 12,1 persen jadi Rp562 miliar atau naik 12,1 persen. Hingga akhir tahun ini, manajemen optimistik akan terus mempertahankan pertumbuhan aset yahg didukung oleh fundamental bank yang kuat serta manajemen risiko yang efektif.

Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) pada kuartal I 2022 mencatat laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp562 miliar atau naik 12,1 persen dari Rp501 miliar tahun lalu.

Kinerja tersebut didukung oleh biaya provisi yang rendah, efisiensi biaya bunga dan biaya overhead yang terkendali. Selain itu juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan fee based termasuk dari anak perusahaan.


Kemudian untuk Net Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih tetap stabil sebesar Rp1,75 triliun di tengah penurunan kredit bank. Namun demikian BNII mampu meningkatkan Net Interest Margin (NIM), atau marjin bunga bersih sebesar 45 basis poin menjadi 4,8 persen pada periode itu.


Selanjutnya fee based income atau pendapatan non-bunga naik 4,9 persen menjadi Rp475 miliar dari Rp453 miliar tahun lalu. Utamanya didukung oleh pendapatan fee transaksi global market yang naik 46 persen menjadi Rp51 miliar dari Rp35 miliar tahun lalu.


“Saya bangga dengan kinerja positif yang berhasil diraih oleh Maybank Indonesia di awal tahun 2022 dan berharap agar momentum ini dapat terus mendorong kinerja perusahaan untuk melanjutkan perjalanan bisnis dan strateginya di kuartal berikutnya,” ujar Presiden Komisaris BNII Dato’ Sri Abdul Farid Alias dalam keterangan resminya, Kamis 28 April 2022.


Selanjutnya untuk rasio Non-Performing Loan (NPL) secara konsolidasi menjadi 3,9 persen (gross) dan 2,8 persen (net) pada Maret 2022. Ini didukung oleh penurunan saldo NPL menjadi 6,8 persen.

Ditegaskan bahwa menejemen BNII terus menerapkan prinsip kehati-hatian dan mempertahankan risk posture pada tingkat yang sehat untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga.


Bank juga mampu mengendalikan biaya overhead yang tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Sementara untuk total kredit perusahaan menurun 2,2 persen menjadi Rp99,52 triliun dari Rp101,74 triliun tahun lalu.

Secara rinci kredit segmen global nanking turun 3,4 persen menjadi Rp35,26 triliun dari Rp36,50 triliun. Demikian juga kredit segmen Community Financial Services (CFS) yang terdiri dari kredit ritel dan non-ritel turun 1,5 persen yang disebabkan terutama oleh segmen CFS non-ritel yang turun 8,9 persen.


Namun demikian, kredit segmen CFS Ritel masih dapat membukukan pertumbuhan positif sebesar 5,7 persen year on yea (YoY) dan tumbuh 1,9 persen secara kuartalan.

Untuk pembiayaan properti atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih terus bertumbuh secara konsisten sejak paruh kedua tahun 2021 dan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit di segmen CFS Ritel.

Kredit KPR menyumbang pertumbuhan tertinggi kepada segmen CFS Ritel, sebesar 10,8 persen dengan total kredit yang tersalurkan mencapai Rp15,59 triliun dari Rp14,07 triliun tahun lalu.


“Saya meyakini bahwa Maybank Indonesia akan mampu bernavigasi di tengah berlangsungnya fase pemulihan untuk membukukan pertumbuhan aset, didukung oleh fundamental bank yang kuat serta manajemen risiko yang efektif,” pungkasnya.

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *