Home / Corporate Action / SMF Gulirkan Pembiayaan Homestay Dukung Kebangkitan Industri Pariwisata

SMF Gulirkan Pembiayaan Homestay Dukung Kebangkitan Industri Pariwisata

Marketnews.id Melandainya kasus Covid-19 secara perlahan mulai menggerakkan aktifitas ekonomi. Perbankan semakin aktif menyalurkan kredit dan masyarakat pun mulai kembali beraktifitas.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) ikut pula mendukung dunia usaha untuk kembali bangkit. Kali ini yang disasar adalah mensupport pembangunan Homestay di kawasan wisata sambil mendukung program pemerintah bangkitkan kembali industri pariwisata yang sudah hampir dua tahun istirahat karena pendemi Covid-19.

Demi mendukung kebangkitan industri pariwisata nasional, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan menggenjot pembangunan homestay di kawasan wisata.

Pada tahun ini dianggarkan dana sebesar Rp20 miliar untuk program tersebut yang akan disalurkan ke masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. Biaya jasa atas fasilitas pinjaman ini adalah sebesar 3 persen fix rate.


Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman mengatakan dari dana Rp20 miliar tersebut saat ini telah terserap sekitar Rp11 miliar. Dijelaskan dengan kasus penurunan Covid-19, industri pariwisata di berbagai daerah di Indonesia mulai bergeliat. Bahkan di beberapa wilayah seperti di Lombok, Labuan Bajo dan lainnya tingkat okupansi perhotelan sudah over load. Akibatnya permintaan homestay pun melonjak.


Dia berharap agar Covid-19 dapat konsisten terkendali sehingga sektor pariwisata benar-benar pulih kembali agar multiplier effect kepada masyarakat pemilik homestay juga turut membaik.

Dia optimis apabila kasus Covid-19 dapat ditahan dan sektor pariwisata bangkit, penyaluran dana untuk homestay akan mencapai target.


“Kita lihat kondisinya, kalau misalkan kita bisa menghadapi pandemi dan era kebangkitan wisata jalan kencang, saya yakin habis (pagu anggaran untuk homestay),” kata Trisnaldi kepada awak media, Jumat, 26 November 2021.


Tahun depan, SMF merencanakan akan menambah lagi pagu anggaran untuk program tersebut. Namun besaran anggaran tambahan belum dapat disebutkan karena masih dilakukan pengkajian secara intensif.


“Kita belum bisa tentukan nilainya (penambahan anggaran), sebab kita masih mengkaji. Kita lagi kumpulkan data-data terkait dengan itu nantinya,” sambung dia.

Trisnaldi hanya memastikan bahwa SMF akan terus mendukung pengembangan dan pembangunan homestay di wilayah-wilayah dengan potensi wisata tinggi khususnya di lima destinasi super prioritas yaitu di Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Namun demikian SMF tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dukungan pembiayaan homestay di luar dari lima wilayah tersebut.


“Banyuwangi masih akan nambah tahun depan (permintaan pembiayaan), masih banyak daerah lain seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat kaya di Tasikmilaya, Sumedang terus Sumatra di Aceh Padang dan di Lampung. Kalimantan kita ketemu dengan Pemkot Kalsel dan Kalbar itu dia bilang ada potensi,” pungkas dia.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *